The Dancing’ Canvas

The Dancing’ Canvas
View Gallery
4 Photos
The Dancing’ Canvas
Ingredients

The Dancing’ Canvas
Artwork #1 and #2

The Dancing’ Canvas
Artwork #3

The Dancing’ Canvas
Monica Hapsari

Tentu tak akan ada banyak yang menentang pendapat bahwa kegiatan memasak merupakan sebuah seni. Hasil masakan, entah enak ataupun tidak dan berhasil atau gagal, merupakan sebuah karya yang begitu personal. Maka dari itu, saya lebih sering menggunakan kata kreasi, daripada hidangan atau sajian. Memasak adalah seni insting. Seni yang mengharuskan sang seniman untuk mengikuti nalurinya. Misalnya saja seberapa cukup garam dan lada yang ia bubuhkan, seberapa lama bahan masakan ia rebus, ataupun seberapa kencang ia mengaduk adonan secara merata. Seorang chef legendaris asal Prancis, Marcel Boulestin, pun bahkan sempat berkata, “Cookery is not chemistry. It is an art. It requires instinct and taste rather than exact measurements”. Itu baru berbicara mengenai memasaknya. Belum lagi kita berbicara mengenai seni presentasi dan seni menjual makanan itu sendiri.

Jika biasa seni dianggap menjadi bagian dari memasak, kali ini kami bersama seorang seniman ilustrasi dan lukis, Monica Hapsari, untuk melakukan hal sebaliknya. Kami membuat memasak menjadi bagian dari seni. Dengan tiga kanvas putih, Monica membuat tiga karya dengan cat warna alami, yang biasanya digunakan untuk memberikan warna pada masakan.

Bukan sebuah pekerjaan mudah, tentunya bagi seorang seniman. Tapi, toh, dengan beragam penelitian dan observasi, Monica berhasil membuat kami takjub dengan karya-karyanya ini. Warna kuning ia dapatkan dari bubuk kunyit. Merah mata dari bubuk lada merah. Warna pink fuschia dari buah naga, sedangkan biru dari kembang telang. Warna didapat dari sari bahan-bahan tersebut. Bahan direbus dengan api kecil selama satu hingga dua hari. Bahkan, untuk goresan sketsa di atas kanvas, Monica menggunakan activated charcoal – yang kini sedang menjadi tren di kalangan food enthusiast Jakarta. Activated charcoal atau arang murni konon berkhasiat membantu proses detoksifikasi tubuh.

Meski katanya tak ada seni yang mudah, tapi menurut saya memasak adalah salah satu bentuk seni yang paling sederhana dan paling erat dengan kehidupan seluruh manusia dari penjuru dunia. Dari karya seni yang kami hadirkan kali ini, tak ada harapan lain selain semakin menekankan bahwa seharusnya kekuatan makanan tak hanya ada di taraf keindahan rasa, melainkan juga pada keindahan bentuk.

Teks: Andreas Winfrey / Foto: Togi Panjaitan @ Studio47

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON