Sing Your Heart Out

Sing Your Heart Out

The Oscars 2016 telah berlangsung 28 Februari lalu, tetapi sorak-sorai atas kemenangan Leonardo DiCaprio masih bergemuruh di media sosial. Ratusan meme yang mencemooh kerinduan sang aktor atas piala Oscar digantikan oleh foto DiCaprio yang memegang erat piala berlapis emas tersebut, tentu tetapi dengan caption yang mengundang tawa. Betul, aktor berumur 41 tahun tersebut berhasil menjadi trending topic, tetapi saya justru lebih tertarik dengan kategori Music (Original Song). Bukannya saya paham betul mengenai melodi dan harmoni, tetapi sejujurnya saya bukan penikmat film sejati.

Sama seperti kategori lainnya, ada lima nama yang masuk menjadi nominasi Music (Original Song), yaitu “Earned It” yang dibawakan oleh The Weeknd untuk “Fifty Shades of Grey”, “Manta Ray” yang dibawakan oleh Anohni untuk “Racing Extinction”, “Simple Song #3” yang dibawakan oleh Sumi Jo untuk “Youth”, “Til It Happens to You” yang dibawakan oleh Lady Gaga untuk “The Hunting Ground”, dan “Writing’s On the Wall” yang dibawakan oleh Sam Smith untuk “Spectre”. Kenapa saya lebih fokus kepada penyanyinya, ketimbang pengaransemen dan penulis liriknya? Karena hal tersebut telah menyebabkan sebuah kericuhan. Jika telah sempat menonton siaran The Oscars 2016 dari awal hingga akhir, tentunya Anda tahu bahwa hanya ada tiga dari lima penyanyi yang dinominasikan yang diberikan kesempatan untuk tampil di panggung, yaitu Sam Smith, The Weeknd, dan Lady Gaga, yang saya rasa bukan kebetulan ketiganya adalah penyanyi dengan ketenaran yang mendunia. Ketidakadilan tersebut terasa seperti tamparan bagi dua penyanyi lainnya yang masuk sebagai nominasi. Meski kecewa, Sumi Jo tetap menghadiri The Oscars 2016 bersama David Lang, sang penulis lirik dan pengaransemen “Simple Song #3”. Sedangkan Anohni jelas-jelas memboikot malam penghargaan tersebut dengan menolak untuk hadir. Tidak perlu ada konfirmasi dari pihak manapun, tapi khalayak telah berkesimpulan bahwa telah terjadi diskriminasi genre musik di panggung The Oscars 2016. Jika betul memang demikian, sungguh disayangkan ajang penghargaan tersebut kembali mengotori tangannya meski kontroversi #OscarSoWhite belum berlalu. Namun, saya rasa para panitia sebetulnya hanya ingin menghibur para tamu yang telah rela duduk berjam-jam dengan pilihan lagu yang sering diputar di radio. Para panitia nampaknya takut para undangan tertidur jika harus mendengar suara Anohni yang mendayu atau nyanyian opera Sumi Jo. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

Untungnya, Sam Smith, The Weeknd, dan Lady Gaga tampil dengan kondisi vokal yang prima, setidaknya demikian untuk saya yang sedikit buta nada. Penyanyi asal Inggris tersebut tampak larut ketika menyanyikan soundtrack untuk film James Bond terbaru, mengayunkan gagang microphone ke kiri dan ke kanan sembari mengambil nada falsetto. Sedangkan penyanyi dengan nama asli Abel Tesfaye terlihat fokus melantunkan “Earned It” walaupun sejumlah wanita berpakaian seksi berdansa di sekelilingnya, serupa dengan video musiknya. Penampilan yang paling menarik perhatian adalah Lady Gaga yang mengenakan jumpsuit putih anggun yang bernyayi sembari memainkan piano berwarna putih juga, mencoba membantu memusatkan perhatian para penonton pada inti lagu, bukan penampilan fisik. Soundtrack dari film dokumenter yang bercerita mengenai perjuangan para korban pemerkosaan dan kekerasan seksual di sejumlah universitas di Amerika Serikat ini bercerita mengenai amarah para korban kepada mereka yang bersimpati tanpa pernah merasakan apa yang para korban rasakan. Seakan-akan lirik yang begitu nyata dan penampilan Lady Gaga yang emosional tidak cukup untuk mengheningkan Dolby Theatre, sejumlah korban kekerasan seksual bergabung ke atas panggung dan menunjukan pesan penyemangat yang dituliskan di lengan mereka masing-masing. Saya berharap tidak ada yang menganggap penampilan penyanyi bernama asli Stefani Germanotta tersebut berlebihan karena, ya, Lady Gaga pun pernah dilecehkan secara seksual saat berumur 19 tahun.

Meski penampilan Lady Gaga begitu fenomenal, tetapi piala Oscar jatuh ke tangan Sam Smith dan Jimmy Napes, partner Smith yang selalu menjadi motor kesuksesannya dari awal. Berdua mereka berjalan ke atas panggung dan meraih piala bersepuh emas tersebut dari John Legend dan Common, pemenang Best Music (Original Song) tahun lalu. Banyak yang mencibir Sam Smith karena lalai dalam mengutip ucapan Sir Ian McKellen, tetapi seharusnya perhatian mereka yang mencemooh lebih difokuskan kepada semangat penyanyi berumur 23 tahun tersebut yang masih tergolong muda begitu bangga dengan identitas dirinya sebagai seorang penyuka sesama dan begitu semangat dalam mendorong persamaan untuk komunitas LGBT, suatu topik yang ternyata masih diperjuangkan di budaya barat. Jadi, Indonesia, sabar ya!

Terlepas dari pesan moral yang dibawa oleh Lady Gaga, saya sebetulnya memang tidak menjagokannya untuk menang. Alasannya? Sangat subjektik, saya merasa momentum Lady Gaga sebagai seorang penyanyi sudah menurun setelah album Artpop yang gagal di pasaran dan karirnya sebagai seorang aktris justru bersinar setelah berperan di American Horror Story: Hotel. Jadi, lebih baik kategori Music (Original Song) memang dimenangkan oleh individu yang masih begitu bersemangat menyumbangkan suaranya. Maka dari itu, saya begitu senang ketika Sam Smith dan Jimmy Napes menjadi pemenangnya. Well, sebenarnya tidak sesenang itu. Saya sebetulnya suka sekali dengan suara Anohni yang begitu syahdu dengan musik yang mendayu, tetapi jika dia saja tidak diundang untuk bernyanyi di panggung The Oscars 2016, sudah terlihat jelas, kan, Anohni tidak mungkin menang. Satu hal lagi, walaupun saya teramat sangat mengidolakan The Weeknd, saya sangat lega dia tidak mendapatkan piala Oscar because it would be a disgrace for the film industry if a film like “Fifty Shades of Grey” won an Oscar. Right? I know I’m right.

 

Teks: Rianti Dwiastuti / Foto: Christopher Polk / Getty Images

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON