Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur
View Gallery
25 Photos
Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Pesona Mediterania di Cote D’azur

Nice adalah sebuah kota yang letaknya di selatan pantai timur Prancis. Berada di tepi mediterranean sea dan merupakan salah satu kota yang paling banyak dikunjungi selain Cannes dan Monaco di Provence-Alpes-Côte d’Azur atau biasa disebut French Riviera.

{ Nice }

Walaupun berada jauh dari ibukotanya Prancis, Nice tetap dapat menjadi salah satu tempat wisata yang populer di dunia karena berada di jantung Riviera Prancis. Umumnya para turis yang datang ke Nice tak hanya ingin mengunjungi satu kota saja, selain menikmati keindahan kota Nice, mereka akan mengunjungi Monaco dan Cannes. Bila biasanya di Eropa kita selalu terbuai dengan keindahan arsitektur bergaya klasik, Nice sangat berbeda dari kota-kota lainnya, karena letaknya yang berada di tepi laut mediterania, membuat bangunan-bangunan di kota ini didominasi dengan arsitektur bergaya mediterania.

Sama seperti saya kali ini yang datang ke kota ini, tak hanya untuk menikmati keindahan Nice saja, melainkan ingin melihat Posh-nya kota Monaco dan Cannes yang sudah tidak asing lagi bagi semua orang. Rasanya tidak percaya ketika akhirnya saya bisa mengunjungi French Riviera. Dari kota Nice inilah perjalanan menyusuri French Riviera akan dimulai.

Sengaja memilih penginapan yang letaknya berada di city centre, dengan pertimba-ngan dekat dari stasiun kereta dan bis menuju airport dan kota lainnya. Dengan tourist map kota Nice yang saya dapatkan dari hotel tempat menginap, bersama teman, kami langsung mulai menyusuri kota Nice dengan berjalan kaki menuju city centre. Nice terbagi dari dua wilayah, City centre dan Vieux Nice dalam bahasa Prancis atau biasa
disebut old town.

Di city centre, yang merupakan area pusat kegiatan penduduknya, dengan mudah kita menemukan banyak pertokoan, restoran dan bangunan dengan gaya modern. Tak jauh dari pusat kota, sampailah di alun-alun kota, Place Massena. Banyaknya displayed sculpture di Place Massena ini cukup menarik perhatian saya, bagaikan berada di sebuah outdoor gallery.

Artwork tersebut merupakan ekspresi perasaan para seniman yang kuat dan sengaja dibuat untuk menambah indahnya kota ini sehingga dapat perhatian banyak orang. Tak hanya itu saja, Place Garibaldi merupakan salah satu area yang cukup ramai oleh para turis, karena arsitektur Baroque di sekelilingnya. Nama Garibaldi sendiri diambil dari Giusseppe Garibaldi, seorang Pahlawan dalam sejarah penyatuan negara Itali yang lahir di Nice dan patungnya sampai sekarang berdiri di tengah alun-alun yang dibangun pada abad 18 dan digunakan sebagai gerbang masuk kota ini dan ujung jalan menuju kota Turin, Itali.

Di kota ini juga kita bisa menikmati keindahan hasil karya seniman terkenal Mark Chagal dan Henri Matisse, letak kedua museum ini tidak berada di pusat kota, perlu menggunakan transportasi umum untuk mencapai kedua tempat ini yang letaknya tidak berjauhan satu sama lain. Tak jauh di seberang Place Massena, kawasan vieux Nice sudah mulai terlihat, ditambah dengan signage yang cukup terlihat jelas menunjukkan arah jalannya.

Vieux Nice, salah satu tujuan utama para turis, di sini kita merasakan suasana 18th century alleyways dan pedestrian yang dikelilingi oleh bangunan dan monumen bergaya arsitektur baroque. Gereja bersejarah Sainte-Réparate Cathedral, sebuah gereja bergaya Baroque yang dibangun pertama kali pada abad 13 yang kemudian mengalami pemugaran dan penambahan bangunan antara abad 16–17. Begitu juga dengan Palais Lascaris yang memiliki banyak barang antik dan Anda juga dapat mengagumi interior yang indah dengan langit-langit berkubah yang kaya dan tangga dihiasi luar biasa.

Tak jauh, saya menemukan bangunan bergaya Neo classic, ternyata bangunan tersebut adalah Palais de Justice, letaknya bersebelahan dengan Palais Rusca yang memiliki air mancur yang sangat cantik. Biasanya berbagai pertunjukan, konser dan acara lainnya diadakan di sana dan mengubah daerah tersebut menjadi panggung hidup. Beragam toko-toko kecil dengan window display yang cukup menarik menjual berbagai suvenir dan beberapa ada yang menjual barang antik menghiasi kanan kiri jalanan kota tua yang cukup sempit ini. Kawasan ini juga masih merupakan residential area, sehingga kita masih suka melihat sesekali tetangga kadang-kadang membuat percakapan di seberang jalan sempit, berbicara dari jendela yang terbuka.

Selain itu, jejeran food stall serta merasakan duduk di teras restoran kecil yang menjajakan makanan dan dessert khas Prancis seperti crepes banyak ditemukan di sini sambil menikmati keindahan kota tua ini. Sayapun tak ingin melewatkan kesempatan tersebut, dengan mampir ke sebuah restoran dengan desain yang cukup unik untuk mencobanya.

Kota tua Nice memang terkenal dengan market, selama tujuh hari dalam seminggu pasar ini buka bergantian dan tak hanya dari pasar bunga saja, melainkan vintage market, art and craft market, fish market, antique book market sampai antique postcard market. Tak jarang di vintage market kita dapat menemukan penjual yang menjajakan jualannya berupa vintage branded handbags seperti Louis Vuitton dan Hermes, lengkap dengan authentication card, seperti yang saya temukan kala itu.Keesokan hari, saya sengaja kembali ke old town ini untuk melihat keindahan pasar bunga yang cukup terkenal, cours Saleya. Pasar bunga ini buka setiap harinya kecuali hari senin. Tak jauh dari situ, kami jalan menuju Promenade Des Anglais untuk menikmati keindahan pantai mediterania, dapat kita akses dari kota tua ini dan banyak penduduk yang berolahraga di pagi hari sepanjang promenade ini.

{ Monaco }

Monaco adalah tujuan saya di hari berikutnya walaupun awalnya tidak masuk ke dalam travel schedule saya, sehingga saya hanya bisa mengunjunginya day return saja. Berjalan kaki menuju Place Garibaldi, di sinilah pemberhentian bus menuju Monaco berada. Dengan membayar hanya 1 euro/way kita sudah dapat sampai ke Monaco dengan bus no 100 yang ditempuh selama satu jam perjalanan. Sayangnya bus ini hanya lewat setiap 20 menit sekali, sehingga kita harus sabar berdesak-desakan di bus bersama turis dan koper mereka. Semua hal itu bukanlah masalah ketika kami mulai menikmati indahnya pemandangan pantai mediterania dan keindahan rumah-rumah mewah sepanjang jalan menuju Monaco.

Walaupun menjadi bagian negara Prancis, Monaco adalah salah satu negara terkecil di dunia setelah Vatikan dengan luas hanya sekitar 2 hektar saja dengan jumlah penduduk sekitar 36.000 jiwa. Monaco adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak memiliki masalah terhadap lingkungan hidup. Ibukotanya Monte carlo, terkenal dengan kasino dan perjudian, yang membuat kota ini terlihat glamor, tak heran bahwa kota ini menjadi surganya para kaum jet set berlibur dan menghambur-hamburkan uangnya.

Monte carlo memang terlihat sebagai kota yang posh and stylish, begitulah kata yang sesuai untuk menggambarkan kota ini dan di sepanjang jalan yang saya lewati, semua orang yang ada disana semua berpenampilan menarik, begitu juga dengan mobil-mobil yang berkeliaran di jalan, semuanya adalah mobil mewah. Setelah turun dari bus yang kami tumpangi, kami tercengang dengan semua scenery yang ada, pemandangan pantai yang indah dengan parkiran kapal-kapal Yacht berjejeran membuat rasanya tidak percaya bahwa Monaco yang selama ini saya lihat di film-film ternyata bisa saya kunjungi juga. Setiap sudut yang ada disana tidak boleh terlewatkan untuk diabadikan di kamera saya, padahal baru saja menginjakkan kaki dan belum melihat keseluruhan yang ada.

Dengan waktu yang terbatas, dengan sangat menyesal kami harus merelakan untuk tidak mengunjungi Prince’s Palace of Monaco, istana kediaman Pangeran Albert. Untuk menikmati keindahan scenery yang ada sepertinya membutuhkan waktu yang lama, kemudian kami berjalan menyusuri pinggiran pantai mengikuti arah jalan yang ada. Kondisi jalan yang agak menanjak dan cuaca yang kala itu cukup cerah dengan sinar matahari di awal musim semi, membuat kami mampir sejenak di taman untuk menikmati es krim sebelum melanjutkannya ke arah city centre. Tak jauh dari taman tersebut, sampailah saya di pusat kota Monaco, yang lagi-lagi cukup membuat saya amaze dengan segala kemewahan yang saya lihat.

Kota ini juga merupakan surga belanja barang mewah bagi para perempuan, Jejeran toko retail mewah bisa kita temukan di sini, dari Chanel, Dior, Cartier serta masih banyak lagi. Di depan saya terdapat sebuah taman kota yang dihiasi dengan bunga tulip yang berwarna-warni dan tepat tak jauh di seberangnya terdapat sebuah bangunan mewah yang kala itu sangat ramai oleh banyak orang di luarnya, dengan banyak mobil mewah terparkir di depannya, kamipun mencoba mendekat, ternyata bangunan tersebut adalah The Casino de Monte Carlo. Casino ini berada di tengah, di kanan di apit oleh Cafe de Paris, dan di sebelah kiri adalah Hotel de Paris yang sangat ikonik bagi Monte Carlo.

Ketiga bangunan ini memiliki desain arsitektur dan interior klasik yang sangat memukau. Kita dapat masuk ke dalam casino bila penasaran, dengan syarat harus berumur 18 tahun ke atas, berpakaian rapi dan membayar 10 euro. Sayang-nya tidak diperbolehkan mengambil gambar interior kasino tersebut bila kita berada di dalam. Saya memutuskan untuk menikmati keindahan dari luar saja Monte Carlo juga dikelilingi dengan beragam taman yang cantik, salah satunya yang cukup terkenal adalah exotic garden and Observation cave. Letaknya yang berada di atas bukit, sehingga dapat menikmati keindahan kota Monte Carlo dari atas. Menuju taman ini kita melewati sebuah bangunan yang merupakan Oceanographic museum dan di ujung dari taman ini terdapat sebuah Cathedral, Monaco Cathedral dan di gereja inilah Putri Grace Kelly menikah dengan Pangeran Rainier dan di sini pula mereka dimakamkan.

{ Cannes }

Hari sudah sore, dan kami memutuskan untuk kembali ke Nice dengan menumpang bus yang sama seperti sebelumnya. Hari berikutnya giliran mengunjungi kota Cannes, Kami akan menginap satu hari disana sebelum kembali ke Nice. Menuju Cannes selain menggunakan bus dengan membayar 1 euro, dapat juga menggunakan kereta api yang waktu tempuhnya tentu lebih cepat, sekitar 45 menit yang harga tiketnya tentu lebih mahal. Sesampainya di hotel di Cannes, saya hanya menaruh koper dan dengan tidak membuang waktu, kami langsung menuju city centre untuk melihat-lihat. Cannes memang bukanlah kota yang besar, dan tak banyak hal yang dapat dilakukan di kota ini, selain menikmati keindahan pantai mediterania dan berbelanja.

Cannes kala itu memang tidak seramai bila dibandingkan dengan ketika festival film sedang berlangsung. Berjalan kaki menuju Boulevard de la Croissete, yang merupakan pusat kota dari Cannes, Sepanjang boulevard ini dipenuhi dengan berbagai pertokoan, restoran serta hotel mewah dan di sinilah lokasi Palais des Festivals et des Congrès de Cannes, bangunan yang menjadi tempat penyelenggaraan Cannes Film Festival pada bulan Mei setiap tahunnya. Kamipun berada di-sana hingga matahari terbenam untuk menikmati keindahan Cannes di malam hari sekaligus menikmati makan malam. Kami kembali ke hotel beristirahat karena keesokan harinya harus kembali ke Nice dan mengejar bus menuju Nice International Airport, melanjutkan perjalanan saya menuju Vienna, Austria. Berada lima hari di French Riviera ternyata waktu yang sangat singkat untuk bisa merasakan keindahan dan kecantikan pantai Mediterania.

Teks & Foto: Regina Sari

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON