Other Way Around

Innocence and sensual might be the most opposite image you can ever have in mind. Untuk menciptakan sesuatu yang bersifat innocent menjadi hal yang terkesan sensual, dan sebaliknya, pasti membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Namun dalam pagelaran busana ini, bersiaplah untuk menyaksikan pertemuan si lugu dan si sensual effortlessly dalam sebuah koleksi teranyar pada musim ini.

Setidaknya, itulah sedikit dari banyak yang ingin disampaikan Dior dalam koleksi Haute Couture Fall/Winter 2015 ini. Rumah mode asal Paris ini kemudian menyatukan berbagai hal yang dianggap bertolakbelakang pada sebuah koleksi busana. “The idea of purity and innocence versus luxury and decadence and how that is encapsulated by the idea of Dior’s garden—no longer a flower garden but a sexual one.” says Raf Simons, Artistic Director of Christian Dior.

Koleksi yang terinspirasi dari Flemish approach to art and paintings ini didominasi oleh busana dengan konstruksi klasik yang mengingatkan kita pada Renaissance and Baroque era. Loose materials, historical sleeves and Pointillist patterns menjadi konsep utama dari tiap busana yang ditampilkan. The famous Dior manteux pada pagelaran busana ini juga terlihat serupa dengan the late Middle Ages mantles and the gowns of the Belle Éurope, yang disempurnakan dengan aplikasi silk taffeta yang dinamis dan dramatis.

Terdapat 57 busana yang ditampilkan pada pagelaran ini mulai dari calf-length dresses, babydolls hingga exceptional manteaux. Koleksi ini kemudian memberikan impresi dan fantasi akan kompleksitas dan kemewahan historical art and craft.. Venue yang dirancang vibrant dengan tema Modernist gardenic construction ini juga membuat setiap busana yang dipertunjukkan diatas lavender walkway menjadi sorotan utama of literally everything on the show.

Teks: Gauzan Bustami / Foto: Dok. Dior

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON