Old Is the New Black

Ketika dunia semakin dipenuhi wajah-wajah plastik yang menolak tua, melihat sosok perempuan dengan kerutan dan tetap terlihat nyaman serta menawan adalah suatu keistimewaan. Para perempuan ini sudah berdamai dengan kenyataan bahwa semua makhluk hidup pasti akan mengalami yang namanya penuaan. Ketimbang melawan kodrat hingga mengorbankan akal sehat, mereka meredefinisikan ‘awet muda’ melalui gaya, prestasi, dan persona yang mengagumkan. Mereka seolah memberikan harapan dan keberanian untuk menentang dunia yang terlalu mengagung-agungkan kemudaan, dan untuk tidak segan mempertahankan uban.

 

Linda Rodin

Linda Rodin

“You can’t chase youth. You’ll just look old with a facelift.”

Effortless and eternally cool, dua kata sifat tersebut adalah yang paling akurat menggambarkan seorang Linda Rodin, ketika melihatnya. Setelah berkarir cukup lama sebagai model dan stylist, Linda Rodin, 67 tahun, kini dikenal sebagai pencipta salah satu face oil paling populer di dunia, Rodin Olio Lusso. Meskipun wajahnya sudah dihiasi kerutan, namun Linda tidak kehilangan karismanya. Ia terlihat begitu nyaman, kalem, dan percaya diri. Malah dia terlihat jauh lebih keren daripada kebanyakan perempuan yang berusia 1/3 dari dirinya. Selain pola pikir yang realistis, tidur minimal 8 jam dan makan sehat –Linda tidak suka berolahraga dan tidak menyukai junk food maupun makanan olahan- adalah kunci awet muda menurut versinya. Linda pernah mencoba filler, tetapi meskipun hasilnya sangat alami, Ia merasa ganjil. Akhirnya Ia memutuskan untuk membiarkan proses penuaan berjalan apa adanya.

 

Carmen Dell'orifice

Carmen Dell’orifice

(On plastic surgery): “If you had the ceiling falling down in your living room, would you not go and have a repair?”

Di usianya yang ke-87, Carmen Dell’Orefice adalah salah satu supermodel tertua di dunia yang masih aktif. Ia sudah ‘khatam’ diabadikan oleh fotografer legendaris seperti Richard Avedon, Irving Penn, Norman Parkinson, atau Cecil Beaton semenjak menjadi wajah sampul Vogue pada umur 15 tahun. Meskipun sudah melewati 8 dekade kehidupan, Carmen terlihat lebih mempesona di usianya yang sekarang. Tak ayal, sampai sekarang pun Ia masih aktif bekerja, mulai dari kampanye Rolex, hingga berjalan untuk Mugler, Gaultier, dan Galliano. Berhubung Ia seorang model yang pendapatannya bergantung kepada penampilan, Carmen memang banyak menjalani prosedur anti-penuaan, seperti injeksi silikon dan ‘medical dermabrasion’ yang menggunakan semacam kawat untuk mengikis sel kulit mati, sebuah prosedur lawas yang tentunya sudah tidak lagi diterapkan sekarang. Ia pun dikabarkan sudah menjalani beberapa operasi plastik seperti facelift. Akibatnya, Carmen tak bisa lepas dari tabir surya, bahkan Ia tidur sembari mengenakannya jika merasa tak akan sempat mengoleskannya di pagi hari. Meskipun pendekatannya terhadap penuaan tidaklah 100% alami, Carmen melakukannya dengan elegan. Wajahnya tidak terlihat tertarik seperti kucing, dan tetap memperlihatkan jejak usianya.

 

Baddie Winkle

Baddie Winkle

Just because you’re old, doesn’t mean you have to sit down and do nothing. You’re only here once in your lifetime, so have fun.’ “I really don’t know how to be sexy. I’ve just always been sexy.”

Baddie Winkle, yang bernama asli Helen Ruth Van Winkle, adalah seorang internet superstar berusia 87 tahun yang memiliki 1,7 juta followers di instagram berkat gaya fashion-nya yang bak raver, selera humor, dan tingkah lakunya yang nyeleneh. Ciri khasnya? Kaus tie-dye bergambar daun ganja, atau sweater bergambar foto popstar seperti Kanye West yang sedang menjilat es krim atau kaleidoskop wajah Justin Bieber. Winkle kerap mengunduh selfie dengan gaya bak anak remaja, bahkan berani memasang foto dengan baju renang yang memperlihatkan seluruh tubuhnya, tak mempedulikan komentar-komentar kasar yang diundangnya. She’s what Miley Cyrus wishes to be when she grew old. Ada alasan sentimentil dibalik gaya Winkle yang unik ini. Semenjak kematian suami dan anak laki-lakinya, Baddie memutuskan untuk menghadapinya dengan mengubah total gaya berpakaiannya menjadi sosok yang eksentrik, menjadi seorang “nenek-nenek asik” yang hanya ada satu diantara sejuta. Dengan membentuk sebuah alter ego, Winkle seakan terlahir kembali dengan semangat baru, mempererat hubungan dengan keluarganya, bahkan mampu memasuki lingkaran elit Hollywood.

 

Teks: Putricaya / Foto: Dok. Spesial

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON