Nostalgic Scents from Diptyque

Sudah memulai dalam waktu yang cukup lama, nama Diptyque dikenal sebagai lini wewangian yang terbilang luxury atau high-end. Beberapa produk mereka yang terkenal adalah scented candles, perfumes, hingga body care khas Diptyque. Dan di tahun 2018 ini, Diptyque sudah berkecimpung selama 50 tahun!

50th Anniversary of Diptyque (Foto: Dok. Diptyque)

Dalam perayaan ulangtahun Diptyque yang ke-50, brand ini pun mengeluarkan dua parfum yang membawa penggemar setia nya kemasa-masa indah 50 tahun lalu, di mana Diptyque memulai namanya pada tahun 1961.

Tempo (Foto: Dok. Diptyque)

Pada beberapa waktu lalu, Diptyque meluncurkan dua parfum bernama Tempo dan Fleur de Peau.

Walaupun terbilang kedua parfum ini unisex atau dapat diperuntukan pria maupun wanita, menurut saya wangi Tempo lebih maskulin. Dengan wangi khas Patchouli, siapa sangka Patchouli yang dipakai oleh Diptyque adalah Patchouli dari Sulawesi. Tempo terinspirasi dari parfum pertama Diptyque, L’Eau yang diluncurkan pada tahun 1968, dimana pop-art, The Beatles, semua pada masa itu lebih bertempo.

Fleur de Peau (Foto: Dok. Diptyque)

Parfum yang bisa dibilang wangi favorit saya adalah Fleur de Peau. Berartikan “skin scent“, Fleur de Peau mempunyai aroma bunga Iris yang terbilang lebih halus dibandingkan Patchouli dalam Tempo. Ditambah sentuhan powdery dan musky, bahkan terkadang kehalusan Fleur de Peau dapat dikelirukan layaknya wangi bayi.

Tempo and Fleur de Peau (Foto: Dok. Diptyque)

Kedua buah parfum edisi 50th Anniversary Diptyque ini tersedia dalam Eau de Parfum 75ml dan dapat Anda temukan di The Papillion, Pacific Place. They are both very nostalgic, so which one is your favourite? 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON