NES by HDK Invites You To Say No To Plastic Straws!

Out of a sudden, I realized by how many people put more concern on how the world was made, instead of how to make the world better in the time being. Jika kita terus menaruh perhatian pada perdebatan tentang bumi bulat atau bumi datar, apakah akan ada dampaknya? Mengapa tidak kita fokus pada menjaga bumi ini?

I am surprised by how much damage we have caused to the earth. Bagaimana manusia telah secara sadar maupun tidak sadar turut berkontribusi pada kerusakan bumi. Isn’t it ironic to know that maybe our next generation will not enjoy the world as it is now? And, not to mention, maybe now we can not enjoy the world as it was before, yang mungkin jauh lebih indah dan asri dibandingkan sekarang.

Saya selalu memberi apresiasi kepada badan usaha yang memiliki nilai di dalamnya. Saya percaya, badan usaha tidak melulu berbicara tentang proses jual beli atau menguntungkan diri sendiri. NES by HDK, misalnya. Selain turut melestarikan kebudayaan bangsa melalui mode batik, NES by HDK kerap kali melakukan berbagai kegiatan sosial, khususnya untuk melestarikan bumi, melalui Gerakan Indonesia Bersih.

Helen Dewi Kirana, penemu dari NES by HDK, secara aktif mengajak masyarakat untuk mengupayakan kelestarian lingkungan. Kali ini, Helen mengajak masyarakat untuk mewujudkan ‘Jakarta tanpa Sedotan’. Yang dimaksudkan di sini adalah sedotan plastik. Jika kebanyakan dari kita menganggap bahwa kantong plastik adalah sampah terbanyak yang dapat ditemukan di pantai Indonesia, mungkin Anda akan terkejut dengan kenyataan bahwa posisi tersebut telah mampu digeser oleh sedotan plastik. Fakta lainnya adalah Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Ironis, bukan?

Dalam gerakan ini, NES by HDK turut mengajak Mata Cinta, komunitas yang juga aktif menggiatkan kelestarian lingkungan. Mata Cinta merupakan produsen sedotan kaca dan sedotan bambu yang menjadi hasil produk kolaborasi dari kedua brand tersebut. Sedangkan NES by HDK turut membuat sarung sedotan tersebut dengan beragam motif batik menarik. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan acara karnaval yang berlangsung pada tanggal 16 September 2018 mendatang. 

Saya juga percaya, satu perbuatan baik akan menjadi mata rantai menginspirasi timbulnya perbuatan baik lainnya. So, are you ready to say no to plastic straws? 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON