Merayakan Keindahan Alam di Pulau Bawean

Kebanyakan dari Anda pasti sudah hafal deretan toko trendi di Bandung atau cafe hip di Pulau Bali. Namun, pernahkah terlintas di pikiran Anda untuk menghabiskan waktu dalam merayakan keindahan alam di Pulau Bawean?

Pulau Bawean yang artinya sinar matahari dalam Bahasa Sansekerta terletak diantara Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan. Eksistensi Pulau Bawean masih belum banyak diketahui. Padahal, pulau mungil ini bisa dicapai hanya 3-4 jam dari Gresik, sekitar 80 mil utara Jawa. Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama tersebut, Anda akan memasuki suatu wilayah yang memilki kontur alam yang mencengangkan.

Mengitari Pulau Bawean tidak akan lebih dari 3 jam, tetapi untuk mencapai titik-titik wisatanya, dibutuhkan waktu yang lebih lama karena lokasinya yang menjorok ke dalam pulau. Pulau Bawean bisa dikatakan masih mengalamai ketertinggalan dibandingakan daerah lain di Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan infrastruktur yang kurang memadai serta geografisnya yang terpisah oleh Laut Jawa. Namun, pulau ini ternyata menyimpan tempat-tempat eksotis yang bisa dijadikan alternatif ketika berlibur. Wilayahnya yang cenderung terpencil dan tidak ramai justru menghasilkan keasyikan tersendiri bagi yang ingin menghindar dari hiruk pikuk kota besar. Ada beberapa titik lokasi wisata di Pulau Bawean yang bisa membuat penat dan beban pekerjaan hilang sejenak dari diri Anda. Dari danau misterius hingga pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Bawean yang tidak berpenghuni siap mebuai Anda laksana di resor pribadi.

Pulau Selayar dan Pulau Noko Barat

Pulau Selayar dan Pulau Noko Barat bisa Anda capai dalam satu perjalanan sekaligus. Pengewajantahan peribahasa “Sekali Mendayung, Dua Pulau Terlampaui” bukan? Untuk sampai di sini, Anda perlu menyewa kapal nelayan atau yang dalam bahasa setempat disebut klotok sebesar Rp100.000,- dari wilayah Sangkapura. Mendapatkan klotok cukup mudah karena banyak nelayan di Sangkapura. Pulau Selayar dan Noko Barat berjarak 45 menit dari Pulau Bawean. Di sini, Anda bebas melakukan diving, snorkling, memancing, atau sekedar bermain di pasir putihnya yang dingin. Untuk yang menyukai hal yang lebih ekstrem, minta klotok untuk menjemput Anda keesokan hari dan silahkan pasang tenda untuk berkemah. Sungguh senasai tiada dua berkemah di pulau gugusan pasir di tengah Laut Jawa. Wilayah ini masih sangat perawan sehingga kebersihannya tidak perlu diragukan lagi. Sebuah pengalaman yang pasti tak akan terlupakan. Pagi hari merupakan waktu terbaik untuk pergi ke Selayar atau Noko Barat, tetapi pergi waktu petang pun tak akan mengurangi keindahan dua pulau ini.

Danau Kastoba

Danau Kastoba berlokasi tepat ditengah-tengah Pulau Bawean. Uniknya, danau ini ada di sebuah puncak bukit yang berketinggian 225 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapainya, hanya bisa dilakukan menggunakan kendaraan roda dua selama 1.5 jam dari  Kecamatan Sangkapura ditambah 20 menit berjalan kaki untuk menaiki gunung. Sangat cocok bagi penggemar trekking.

Keadaan jalan menuju Danau Kastoba masih jauh dari kata memadai. Di sekitar danau ini belum banyak pembangunan oleh tangan manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan stamina fisik yang lebih kuat untuk dapat menikmati panorama yang  menyejukkan di Danau Kastoba. Namun, inilah seninya. Bisa mencapai danau asri dengan sedikit pengorbanan. Keindahannya akan berlipat ganda, dijamin!

Pantulan sinar matahari di permukaan air Kastoba yang tenang mampu membius setiap mata yang memandangnya. Bercengkerama dengan kawan seperjalanan di tepi danau merupakan pengalaman tersendiri. Aktifitas lain yang bisa dilakukan ialah meman-cing atau berenang. Tetapi hati-hati, danau ini cukup dalam dan konon memiliki pusaran air yang terhubung langsung ke Laut Jawa. Menurut legenda setempat, dahulu kala pernah ada seseorang yang tenggelam di danau ini dan keesokan harinya, jasadnya ditemukan mengapung di perairan sekitar Pulau Bawean. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau ketika laut sedang pasang maka permukaan air di danau juga ikut pasang. Begitupun dikala laut surut, permukaan air danau pun turut surut.

Pulau Nusa, Pulau Cina Dan Pulau Lulubi

Pulau Lulubi bisa dilakukan sekali jalan. Titik keberangkatan terdekat di kawasan Dedawang, Kecamatan Tambak, 1.5 jam dari Sangkapura. Untuk pelayarannya sendiri hanya memakan waktu 45 menit dan bisa dilakukan apabila ombak sedang teduh. Sinar matahari yang cerah membuat dasar laut terlihat dari klotok. Sesekali ikan dan penyu akan menampakkan diri seakan menyambut kedatangan Anda.

Berenang diantara kawanan ikan dan terumbu karang di sana pastilah tidak terlupakan. Aktivitas panjat tebing juga bisa jadi pilihan untuk mencapai puncak Pulau Nusa. Dari sana, deretan gunung dan bukit Pulau Bawean akan tampak sangat menakjubkan. Ada pula sebuah goa yang bisa dinikmati di Pulau Nusa.

Setelah puas menikmati Pulau Nusa, perjalanan bisa dilanjutkan ke Pulau Cina. Dinamakan Pulau Cina karena pada zaman dahulu pernah ada rombongan orang Cina yang terdampar di pulau ini. Ada sebuah lukisan alam berupa bongkahan-bongkahan batuan yang menakjubkan. Berfoto sembari meresapi suguhan kreasi Tuhan ialah pilihan terbaik untuk beraktifitas di sini.

Rangkaian perjalanan selanjutnya ialah Pulau Lulubi. Silahkan gelar perbekalan makanan Anda di pulau ini. Sangat baik untuk datang ke pulau ini menjelang makan siang karena menyantap hidangan pilihan di bawah kerindangan pohon Pulau Lulubi benar-benar nikmat. Selepas makan siang, lanjutkan dengan berenang di lautnya yang dangkal. Cocok untuk perenang pemula yang ingin mencicipi asiknya berenang di laut.

Tanjung Ga’ang

Tanjung Ga’ang yang berlokasi di ujung barat Pulau Bawean barangkali merupakan lokasi paling dramatis dari semua keindahan yang ada di pulau ini. Dikatakan paling dramatis lantaran untuk mencapainya harus melalui jalan-jalan kecil nan berkelok dan melalui hutan-hutan dengan penduduk yang masih jarang. Namun, bersiaplah untuk terkesima ketika melihatnya. Sangat disarankan untuk menaiki kendaraan beroda dua ketika hendak ke sini. Selanjutnya, begitu sampai ke bibir pantai, sewalah kapal nelayan untuk menikmati Tanjung Ga’ang dari dekat. Kalau Anda sedang beruntung, tidak perlu membayar sewa kapal karena penduduk Bawean sangat ramah.

Menikmati lukisan alam di Tanjung Ga’ang harus dengan dua metode. Pertama dari kapal untuk melihat sususan batu karang maha besar yang dramatis dan kedua dengan menaiki hamparan karang tersebut untuk melihat panorama laut yang jernih hingga Anda bisa melihat ikan-ikan menari di bawah air. Nafas Anda paling tidak akan terhenti selama beberapa detik ketika menikmatinya.

Sesekali tidak ada salahnya untuk pergi ke tempat yang belum banyak terdeteksi. Dengan mengunjungi Pulau Bawean, bisa jadi Anda menjadi yang pertama diantara teman-teman sepermainan. Rayakan hidup dengan menyaksikan atraksi alam yang indah di Pulau Bawean. Selamat berlibur di tanah air yang elok!

Teks & Foto: Tidar Rachmadi

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON