Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok
View Gallery
17 Photos
Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok
image18

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Menggapai Sekeping Surga di Atap Pulau Lombok

Alat pemutar musik masih setia mengalunkan petikan gitar folk Mayer dan Sheeran. Mereka bergantian bersahutan acak. Sedangkan mata masih belum juga bisa terpejam, meski lelah mendera tubuh setelah pendakian Gunung Semeru tiga hari yang lalu.

Saya dan beberapa kawan sudah harus memulai pendakian di pagi hari. Kaki mengayun perlahan menapakki tanah menuju singgasana Sang Dewi Anjani. Jejeran deretan gunung berapi Indonesia dimulai dari ujung barat Pulau Sumatera, seluruh bagian Jawa, melewati Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara, dan berakhir di Sulawesi, juga sebagian Kepulauan Maluku. Namun yang menjadi favorit saya di antara gunung-gunung berapi tersebut adalah Gunung Rinjani.

Pesona Puncak Dewi Anjani yang mahsyur membawa saya dua kali menjejakkan kaki di gunung ini. Saya jatuh cinta dengan pesona savananya yang maha luas, Bukit Penyesalan berliku nan curam, Plawangan Sembalun, dan yang paling memukau, yakni Danau Segara Anak dengan Gunung Barujari di tengahnya. Bahkan banyak yang menobatkan gunung setinggi 3.726 Mdpl ini sebagai destinasi wajib dikunjungi di Nusantara.

Rinjani telah menjadi paket lengkap bagi para penggiat alam. Banyak yang Anda bisa lakukan di sini, seperti merasakan pengalaman berjalan di savana luas nan terik dari desa Sembalun hingga Plawangan Sembalun ataupun mendaki di trek berpasir menuju puncak Dewi Anjani. Urat-urat dinding puncak Rinjani terlihat sangat jelas menggambarkan bagaimana kedahsyatan letusannya beratus tahun yang lalu. Memancing di Danau Segara Anak juga bisa menjadi pilihan hiburan lainnya. Terdapat pula fasilitas hot spring yang tak akan Anda temui di resor atau spa manapun. Saya menyebutnya “best and most favo spot in Rinjani”. Kucuran air panas yang bersumber dari perut gunung Barujari dapat dinikmati guna melepas lelah dan tegangnya otot tubuh setelah melakukan pendakian.

Pemandangan bukit-bukit di depan mata sama nikmatnya dengan kucuran air hangat yang jatuh ke punggung.

Sudah dua kali saya mendaki gunung ini, dua kali pula saya menyaksikan pemandangan kontras yang ditawarkan padang savana Rinjani. Ketika musim kemarau, pemandangan menguningnya savana membentang luas menyelimuti hampir seluruh Tubuh Rinjani. Sedangkan pendakian pertama ketika musim hujan, Gunung Rinjani diselimuti savana hijau berbukit. Saya menghabiskan sehari penuh melewati bukit-bukit ini. Bukit Penyesalan merupakan bukit dengan tujuh tanjakan yang sungguh menyiksa. Saya menyesal tidak menggunakan jasa porter ketika melewati bukit ini. Namun rasa sesal dan lelah saya terbayar lunas bekat panorama matahari terbenam dari shelter Plawangan Sembalun. Awan yang menutupi Danau Segara Anak menyisakan sedikit pemandangan bukit-bukit kecil yang memerah karena efek pantulan cahaya matahari yang mulai tenggelam. Senja kali ini membiaskan warna langit dengan sejuta misteri yang selalu saya sukai.

Keesokan paginya, kami sudah harus beranjak menuju puncak Dewi Anjani. Kami menapaki jalanan yang awalnya masih cukup landai, namun setelah itu trek dengan kemiringan aduhai yang didominasi pasir dan batu menyambut kami. Sekitar satu jam melewati trek berpasir, kami kembali dihadapkan dengan trek landai yang sangat panjang, sebelum akhirnya bertemu lagi dengan trek berpasir dengan kemiringan yang lebih curam dari sebelumnya. Empat jam lebih akhirnya kami tiba di puncak Dewi Anjani. Pelukan bersama sahabat menjadi ritual wajib jika telah tiba di puncak gunung. Pemandangan dari sini sangat memanjakan mata. Di sisi barat dari kejauhan menyembul puncak Gunung Agung di Bali. Matahari di ufuk timur yang masih sedikit malu-malu pun ikut menyemarakkan.

Turun dari Puncak Dewi Anjani panorama bukit yang tadi subuh hanya tampak siluet saja sekarang sudah terpampang jelas di depan mata. Sebelah kiri jurang ribuan meter dari Danau Segara Anak menganga lebar. Sebelah kanan, desa Sembalun dengan punggungan bukitnya yang eksotik menjadi pemandangan kontras. Dua-duanya menciptakan perpaduan Rinjani yang maha indah.

Esok harinya barulah kami pulang melewati jalur Senaru yang terkenal memiliki kecuraman tebing yang menantang. Dari sisi jalur Senaru, pemandangan Danau Segara Anak akan jauh lebih indah. Puncak Rinjani, Gunung Barujari, dan Danau Segara Anak membentuk formasi lansekap yang sangat pas, sarat destinasi terbaik yang fotogenik.

Teks & Foto: Aris Suhendra

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON