Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila
View Gallery
20 Photos
Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Menenggak Warisan Sejarah Bersama Tequila

Meksiko, yang memiliki nama resmi United Mexican States, terbentang di sebelah selatan Amerika Serikat. Garis pantainya yang panjang membuat Meksiko berdaulat atas Teluk Meksiko, bagian Timur Laut Karibia, serta bagian barat Samudera Pasifik. Disebabkan hal itu, saya memutuskan untuk menelusuri sebagian kota-kota pantai di sepanjang pesisir Meksiko Timur yang bersebelahan dengan laut Karibia, yaitu Cozumel & Costa Maya.

Salam hangat dari kota pantai Cozumel menerpa wajah saya. Surga musim panas ini terbentang sepanjang pesisir Meksiko Timur. Belaian angin, aroma asin laut, serta minuman segar yang sedang membasahi tenggorokan, membuat kepala saya secara otomatis mengalunkan ketukan empuk dan petikan gitar lagu Besame Mucho. Saya tidak sedang terjebak dalam pantai tak berpenghuni yang kekurangan air bersih, tidak juga berada di tengah kepadatan gedung dalam kota. Saya ada di antaranya. Di kota dan di pantai. Saya bebas bermain parasailing kemudian membeli es krim sembari bersepeda pulang dengan tetap bercelana pantai dan telinga dijejali earphone.

Bicara aktivitas di sekitar laut, saya tidak mungkin melewatkan diving di Cozumel, salah satu destinasi favorit dunia untuk menyelam. Cozumel juga memiliki reputasi sebagai salah satu world’s best duty-free shopping ports. Toko-toko di daerah pantai berbentuk hut yang dipenuhi harta karun aneka warna, mengundang pengunjung untuk menengok sejenak. Berjalan sedikit menjauhi laut, melewati rumah-rumah balok berdinding oranye dan turquoise, akan ada sederetan toko souvenir dan minuman yang terlihat vintage namun menyimpan berbagai pernak-pernik lokal yang cocok untuk trend anti-mainstream saat ini. Di salah satu sisi jalan Adolfo Rosaldo Salas, saya menemukan sebuah toko bercat kuning dan biru bernama “Tequila Factory Square”. Toko ini memiliki signaturedrink bernama Cava Antigua yang 100% terbuat dari tanaman Agave tequilana. Dari namanya saja telah jelas bahwa tanaman asli dari Jalisco di Mexico ini merupakan bahan dasar pembuatan tequila. Label packaging yang asing dan botol-botol berbentuk menarik, berjajar acak di balik kaca dan di atas meja-meja kayu tua, sedikit mengingatkan saya akan botol ramuan penyihir.

Sungguh tidak mungkin untuk tidak terpana menjumpai lembaran-lembaran kain Mexico yang nyaris terlihat setiap saat di daerah turis berjalan-jalan. Dahulu kain berwarna neon berhias-kan bentuk geometris sederhana ini merupakan tenunan para wanita Aztec untuk nantinya digunakan oleh anggota suku kelas atas, sebagai perlambang status sosial yang mereka sandang. Produksi massal dengan teknologi canggih pabrik yang ada di masa sekarang tidak berarti peminat kualitas dan kesan etnik-modern yang dimiliki kain Meksiko ini berkurang. Sekian panjang era sejarah dan kebudayaan membuat kain tenun atau border ini memiliki nilai tradisi tinggi yang diincar oleh para kolektor dan pedagang. Bagaimana dengan kain yang murah dan begitu komersil? Well, kembali pada saya dan turis asing lain, saya rasa kami tidak menolak memiliki kain berwarna dan bermotif hip dari Meksiko dengan unsur etnik yang unik tetapi tetap kekinian, dengan harga yang terjangkau.

Menurut saya, dunia fashion pun mengakui perpaduan motif dan warna berani Meksiko sebagai inspirasi untuk diterapkan dalam pakaian-pakaian modern. Esoknya saya beralih ke Costa Maya, terletak di seberang pulau Cozumel, yang juga sering disebut Majahual. I’m going to see Yucatan, the heritage of Maya Tribe. Nama Yucatan terbentuk ketika bangsa Spanyol pertama datang menuju tanah tersebut, suku Maya yang berdiam di sana terus mengatakan “yu u catan” (berarti “aku tidak mengerti maksudmu”) ketika diajak berdialog. Setelah melewati perjalanan 55 menit dengan bus, masuk ke dalam hutan Meksiko, berdiri solid dan dominan di tengah hutan mangrove, The Chacchoben Pyramid. Masih banyak warna cat merah yang menempel di badan piramid Chacchoben, karena sesungguhnya merah adalah warna asli yang melapisi batuan penyusun piramid ini ketika kali pertama dibangun.

Piramid ini dahulu digunakan oleh bangsa Maya sebagai tempat mengamati pergerakan benda langit dan sebagai tempat pemujaan dewa. Dalam mitologi suku Maya, disembahlah dewa tertinggi berwujud ular berbulu dan jaguar. Segala visual yang saya saksikan di situs peninggalan historis tersebut memberikan atmosfer yang cukup spiritual. Batuan bertingkat yang menunjukkan adanya sosok raja yang disembah pada kepercayaan lama, gambaran hewan-hewan mencekam namun penuh wibawa berdiri di puncak piramid dengan sinar keemasan di balik punggung mereka, dengan penuh karisma menerima penyerahan kurban, membuat saya terjebak dalam imajinasi berpetualang bersama Tintin di kisah Prisoners of the Sun.

Costa Maya memang terletak di daerah hutan, namun bukan berarti udaranya tidak lembab dan gerah.  Kaki yang telah berwarna kemerahan ditambah kulit wajah yang mulai terbakar menjadi merah jambu merupakan pertanda bahwa saya butuh asupan duniawi sekarang, refresh menuju enerjiknya kota pantai! Toss some beer (and tequila) with some friends sounds great, doesn’t it? Kembali ke resor di pinggir pantai Costa Maya yang berupa komplek bangunan yang dipenuhi oleh bar-bar, atap-atap berwarna cerah, karakter kartun-kartun yang menghiasi pintu-pintu kayu, dan gemerlap neon box. Keadaan ini mengingatkan saya akan kehidupan orang Batak di Sumatera Utara: individu berpenampilan keras yang menyukai selebrasi. Teriakan-teriakan dalam bahasa yang asing di telinga, hangatnya udara, benturan antargelas yang disulangkan, meriah tapi kental unsur daerah. Jika harus melukiskannya, saya akan menumpahkan warna coklat dan oranye. Ini eksotisme.

Teks & Foto: Aditya Arnoldi

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON