Malibu Nights; Album Curhatan Patah Hati LANY

Setiap orang yang hadir dalam kehidupan Anda dan saya tentu meninggalkan jejak. Saya pribadi percaya, kebanyakan dari jejak tersebut memang ditakdirkan untuk tidak dilupakan begitu saja. Seberapa kuat Anda mencoba, bayangan itu tetap ada. Seberapa kuat Anda membantah, sosok pribadi tersebut masih dapat dirasakan. Tetap dalam jiwa, meski raga tidak lagi bersama. 

Saya pun percaya, tidak ada yang sia-sia dari sebuah perjumpaan. Sekalipun berujung pada sebuah perpisahan, setiap kisah memiliki sesuatu untuk diajarkan kepada setiap individu yang terlibat. Hal ini nampaknya dimanfaatkan oleh musisi bernama Paul Klein, dari group band LANY, dalam menciptakan sebuah karya. Tentu merupakan sebuah langkah yang tepat. Saya menyadari, lagu yang dibuat dengan pengalaman khusus, memiliki makna yang lebih mendalam. Apalagi jika berbicara soal patah hati.

Lagu pertama yang dipersembahkan oleh LANY dari album Malibu Nights merupakan Thru These Tears. Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang baru saja mengalami patah hati karena berpisah dengan kekasih. Ia mencoba meyakinkan diri bahwa suatu hari nanti dirinya akan kembali baik-baik saja. Namun, untuk saat ini, ia masih belum dapat melihat apapun di antara air mata yang terus menggenang. Jadi ingat masa-masa baru putus, ya?

Lagu lain yang menarik perhatian saya adalah lagu bertajuk I Don’t Wanna Love You Anymore. Ya, bagi Anda yang juga seorang penggemar LANY seperti saya, mungkin mengetahui lagu yang membuat nama band ini melejit. Di album pertamanya, LANY dikenal publik dengan lagu bertajuk I Love You So Bad. Melihat bagaimana perasaan berubah drastis dari yang sedemikian cinta hingga tidak lagi ingin mencintai. Bagaimana? Apakah Anda masih sanggup membaca lanjutan dari artikel ini atau sudah banjir dengan kenangan bersama mantan?

Baiklah, bagi yang masih sanggup. Ketika keseluruhan album Malibu Nights sudah rampung, saya membaca satu per satu lirik dari setiap lagu. Satu yang kembali menarik perhatian saya adalah lagu dengan judul Run. Di dalam lagu ini, Paul menceritakan sang kekasih yang kembali ke pelukan mantannya. Cukup rumit, bukan? Coba saya bantu jelaskan, ya. P memiliki mantan bernama X. Lalu, ketika mereka berpisah, X kembali menjalin hubungan dengan mantannya sendiri yang bernama Y. Padahal, ketika masih bersama P, X kerap kali menceritakan keburukan dari Y. Ah, bagaimana ya perasaan P ini?

Saya tidak ingin menjadi akun gosip dengan sembarangan menebak siapa yang mematahkan hati Paul Klein. Namun, rasanya tidak perlu disebutkan pun sebagian dari Anda sudah mengetahuinya. Saya turut prihatin dengan yang terjadi pada Paul, namun di sisi lain saya perlu berterima kasih kepada dia yang menyakitinya. Tanpa patah hati yang luar biasa menyakitkan ini, nampaknya para penggemar tidak akan mendapatkan album kedua yang luar biasa indah dan sangat intim. Jadi, terima kasih, Du .. eh, ya terima kasih kepada Anda!

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON