Lalu Muhammad Zohri Has Won Over His Own Limit!

Perlu saya akui, saya kurang menaruh perhatian pada dunia olahraga, khususnya Indonesia. What I know about sports, is simply about the hot guys, that’s all. What a narrow minded I am. Untuk itu, saya cukup bersyukur kepada Asian Games 2018 yang berlangsung di Indonesia. It is quite impossible to ignore the biggest sports festival in Asia, right?

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Salah satu atlet yang menarik perhatian saya adalah Lalu Muhammad Zohri. Mengapa? Karena namanya telah dikumandangkan jauh sebelum Asian Games 2018 dimulai. Ya, dia adalah peraih medali emas untuk kejuaraan dunia junior cabang atletik di Finlandia Bulan Juli lalu. Tentu hal ini merupakan suatu cacatan baru bagi dunia perolahragaan Indonesia. Dilansir dari akun Instagram orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo, saya sendiri dapat melihat bagaimana Muhammad Zohri seketika menjadi kebanggaan bangsa.

Lalu Muhammad Zohri (kiri) dalam Atletik Final Lari 100m Putra (Foto: Dok. INASGOC)

Keberhasilan Zohri dalam pertandingan kelas dunia tentu meningkatkan ekspektasi publik akan kapabilitasnya dalam Asian Games 2018. Pria kelahiran tahun 2000 ini pun tidak mengecewakan penonton dengan berhasil masuk ke babak final. To be honest, this is the most adrenaline exercise sport to watch ever. Coba Anda bayangkan, kemenangan Anda hanya ditentukan dalam hitungan detik.

We all already know the result. Kali ini, Lalu Muhammad Zohri harus puas dengan peringkat ke-tujuh. Ya, memang Zohri belum berhasil menjadi juara di tuan rumah sendiri. Namun, izinkan saya menaruh atensi dan apresiasi lebih pada sosok membanggakan ini.

Atletik Final Lari 100m Putra (Foto: Dok. INASGOC)

Tahukah Anda bahwa Zohri lahir di keluarga sederhana di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Another fact about him is that he lost both of his parents in such a young age. Dari sosok Zohri, saya belajar bahwa permasalahan hidup tidak memiliki kekuatan untuk menjatuhkan Anda, jika Anda tidak mengizinkannya. Berbicara tentang Asian Games 2018, saya pun ingin mengapresiasi sikap positifnya. Meskipun belum bisa menyumbangkan medali dalam ajang ini, Zohri mengaku tidak kecewa dengan penampilannya dan mengaku bahwa pertandingan yang baru saja berlangsung itu merupakan sebuah pelajaran bagi dirinya. Meski waktu yang dicetaknya tidak mememenangkan Asian Games 2018, nyatanya waktu tersebut merupakan rekor tersendiri bagi Zohri. Well, thank You Zohri, You just reminded us that the biggest competitor is not others, but our own self.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON