Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia
View Gallery
10 Photos
Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Kepulauan Mentawai, Gugusan Pulau Permata Indonesia

Tak hanya menyajikan ombak bagi para peselancar kelas dunia, Kepulauan Mentawai juga memiliki banyak hal menarik lainnya. Pulau-pulau “perawan” di sana yang tersebar di samping empat pulau utamanya menjanjikan pengalaman berlibur kelas dunia yang mampu memanjakan mata dan menenangkan pikiran akibat sesaknya metropolitan. Sepi, sepi, dan sepi!

Bagi saya, hal tersebut adalah bonus utama jika berlibur ke pulau-pulau Mentawai. Gugusan kepulauan nonvulkanis ini menyimpan beragam pesona, seperti terumbu karang yang masih alami, juga tentunya pantai dengan air yang sangat jernih dan bersih. Tak hanya pantai, aktivitas menyusuri hutan bakau pun tak boleh dilewatkan. Hewan-hewan endemik lokal akan mampu menyita perhatian. Mulai dari beragam jenis unggas, primata, sampai reptil. Sungguh sebuah paket lengkap.

Rasa lelah yang masih menggelayuti tubuh ini setelah membelah hutan di Pulau Siberut demi menuju desa-desa adat terpencil yang didiami suku asli Mentawai rasanya belum hilang sama sekali. Bayangkan saja, kami harus berkutat lebih dari lima jam mengendarai sepeda motor untuk menembus hutan lebat dengan jalanan yang rusak parah untuk sampai di pedalaman Mentawai. Maka, keesokan harinya, kami sepakat menebus rasa lelah dengan hopping island di Kepulauan Mentawai dan menginap semalam di resor di sana.

Akses menuju kepulauan Mentawai kini sudah cukup mudah. Tersedia banyak kapal-kapal yang disediakan operator lokal untuk mengantar kita ke tujuan. Bahkan jika ingin merasakan liburan yang lumayan mewah, kita dapat memilih paket tur yang disediakan oleh resor-resor di sana. Dengan biaya empat juta per orang per malam, Anda dapat merasakan pengalaman liburan mewah yang kebanyakan dinikmati oleh turis mancanegara.

Pagi hari sekali, dengan kapal sewaan, kami menyusuri sungai dan perairan bakau yang membelah Pulau Siberut untuk menuju pulau-pulau kecil tujuan kami. Cuaca cerah pagi itu menambah semarak suasana liburan, biru langit bersanding pekat dengan birunya laut dan hijaunya hutan. Sepanjang perjalanan kami disajikan dengan berbagai atraksi hewan endemik lokal, mulai dari primata, reptil, hingga unggas, tapi yang paling menyita perhatian saya adalah keberagaman primata di sana, seperti beruk mentawai, bekantan mentawai, dan lutung mentawai. Ketiga primata tersebut statusnya saat ini sudah sangat kritis -populasinya dikarenakan perburuan besar-besaran.

Pengalaman menyusuri sungai dan perairan bakau di Mentawai tak ubahnya menyusuri sungai di Kalimantan. Sungainya besar dan panjang, me-nembus bagian lain pulau. Setelah dua jam lebih berkutat dengan sungai, akhirnya kami memasuki perairan lepas. Hitamnya warna air bakau berganti dengan birunya air laut. Kencangnya ombak mulai dirasakan perlahan, semakin memasuki perairan lepas, semakin besar ombaknya. Hutan lebat yang tadi setia menemani perjalanan kami kini mulai berganti dengan pulau-pulau kecil yang cantik. Lambaian dedaunan kelapa dan pasir putih menggoda kami untuk singgah.

Tak lama kapal kami pun merapat di sebuah pulau, salah satu pulau mengagumkan di gugusan Kepulauan Mentawai. Salah satu resor berdiri cantik, menambah semarak kemewahan yang tersimpan di balik kesederhanaan Mentawai. Hal yang paling menyenangkan ketika berlibur di Mentawai adalah bersih dan sepinya pantai. Bayangkan jika kita berlibur di pulau-pulau lainnya, pastinya akan sulit mendapatkan sensasi menikmati pantai sepi dan tenang seperti yang saya rasakan saat itu.

Puas menikmati pesona beningnya dan putihnya pasir di Pulau Nyang-Nyang, kami kemudian beralih ke pulau-pulau lainnya, seperti Silabu, Simakakang, dan Karangbajat. Satu per satu pulau kami singgahi. Kami mencicipi sensasi berenang, berjemur, berayun di hammock, dan beragam aktivitas lainnya hingga matahari hampir terbenam. Tak lama kami diantar ke resor yang menjadi tempat kami menginap malam itu. Resornya sangat nyaman, dengan konsep eco-resort, segala furnitur terbuat dari kayu dan didesain sederhana, menambah sensasi keindahan Mentawai sesungguhnya.

Teks & Foto: Aris Suhendra

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON