Jatuh Cinta dengan Masakan Italia oleh Bella Cucina

Jika disimak dari judulnya, sudah dapat disimpulkan bahwa saya bukan penggemar berat masakan Italia. Ya, setidaknya itu dulu, ketika saya belum berjumpa dengan Bella Cucina dari InterContinental Bali Resort. Saya pikir, saya tidak akan pernah sedalam itu menyukai masakan dari negara ini.

Bella Cucina (Foto: Dok. InterContinental Bali Resort)

Ya, perlu diakui, memang saya bisa menikmati hidangan Italia. Namun, tidak ada restoran yang sanggup membuat saya ingin kembali. Tidak, bukan karena rasanya yang kurang lezat atau apa. Atau mungkin lidah ini memang terlalu Asia.

Antipasti Platter at Bella Cucina (Foto: Dok. CLARA)

Satu hal yang saya yakini mengapa saya mampu jatuh cinta dengan masakan Italia setelah mencicipi Bella Cucina adalah rasa dari setiap hidangan. Ya, cukup kaget ketika menemukan bahwa hidangan ini begitu cocok dengan lidah saya. Asin dan gurih, namun tetap tidak melupakan ciri khas dari masakan Italia. Biasanya, ketika menyantap hidangan Italia, saya akan berhenti di beberapa suapan. Namun, kali ini, saya harus merelakan berat badan saya naik ketika begitu menikmatinya hingga hidangan penutup.

Spinach Ravilo at Bella Cucina (Foto: Dok. CLARA)

Bella Cucina menawarkan dua opsi dalam menyantap hidangan, yaitu Ala Carte dan Buffet. Tentu, pilihan saya jatuh pada opsi makan sepuasnya. Dibuka dengan kerangang roti dan platter yang berisikan potongan daging, keju, dan olive. Kemudian, Anda diizinkan secara bebas memilih jenis pasta dan sausnya. Pilihan saya kala itu jatuh pada Spinach Ravioli dengan saus Pesto dan Cheese (Ya, saya tidak bisa memilih di antara keduanya, dan bersyukur sang koki tidak masalah dengan ini!). Lalu, Anda masuk ke dalam menu main course sebelum akhirnya ditutup dengan pilihan hidangan penutup. Dan, hal terbaik? Anda diizinkan untuk terus menambah porsi! Belum lagi adanya pilihan wine untuk menjadi teman terbaik dalam menikmati setiap hidangan.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON