Indonesian Photographers for The World

(Foto: Bambang Wirawan / Sony World Photography Awards 2018)

Nama Indonesia kembali dibuat harum berkat kehebatan putera-puteri bangsa. Kali ini rasa bangga dipersembahkan oleh beberapa insan di dunia fotografi. Pasalnya, beberapa karya fotografer asal Indonesia diakui keindahannya dalam ajang Sony World Photography Awards 2018, yang diadakan pada Februari 2018 lalu. Dua fotografer Indonesia berhasil masuk ke dalam daftar pilihan dan tiga fotografer menempati urutan teratas dunia.

Sony World Photography Awards 2018 konon menjadi kompetisi fotografi paling beragam di dunia, bahkan untuk edisi ke-11 ini sendiri, terdapat 320.000 jumlah peserta yang berasal dari 200 negara. Keseluruhan foto masuk ke dalam empat kategori, yaitu profesional, terbuka, youth, dan student focus. Dan hebatnya, karya- karya dari Indonesia bisa terpilih masuk ke dalam 50 teratas dalam ketegori terbuka, beberapa di antaranya adalah karya dari Bambang Wirawan (Magelang) dan karya dari Fajar Kristianto (Depok).

(Foto: Fajar Kristianto / Sony World Photography Awards 2018)

Karya fotografi berjudul “Water Runs Dry” karya Hardijanto Budiman (Tangerang) bahkan diberikan penghargaan khusus. Foto tersebut menggambarkan aktivitas manusia yang merusak lingkungan. Tak hanya itu, Ares Joneksin Saragi dari Jakarta dengan foto pekerja industri penggambar batik yang tengah mengeringkan kain batik juga turut mendapat penghargaan khusus. Selanjutnya, Elyana Dasuki (Jakarta) juga mendapat penghargaan serupa, berkat karyanya yang mengambil foto iringan kuda di padang Bashang, Mongolia, Tiongkok.

(Foto: Elyana Dasuki / Sony World Photography Awards 2018)
(Foto: Ares Jonekson Saragi / Sony World Photography Awards 2018)

Tak hanya sekadar diberi penghargaan, karya-karya fotografer tersebut juga sempat dipamerkan pada Sony World Photography Awards 2018 Exhibition di London selama hampir sebulan.

(Foto: Hardijanto Budiman / Sony World Photography Awards 2018)
No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON