Indonesian Medals at Asian Games 2018 (Aug 29th)

Asian Games 2018 terus menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Menjelang usainya ajang olahraga terbesar di Indonesia, nyatanya anak bangsa mampu terus menorehkan prestasi. Jika kemarin Indonesia sempat bersikut-sikutan dengan Iran dalam peringkat empat dan lima dengan perolehan angka yang tipis, nampaknya untuk saat ini para pendukung bangsa boleh menghela napas sejenak. Yes, Indonesia is finally on the safe place at the 4th rank!

Berikut adalah daftar medali yang berhasil diraih oleh para pejuang bangsa, so let’s take a look at them! 

Sugianto

Sugianto (Foto: Dok. INASGOC)

Medali pertama di tanggal 29 Agustus 2018 berhasil diraih dengan warna emas oleh Sugianto. Nampaknya pencak silat masih menjadi sumber utama dari perolehan medali Indonesia. Delapan medali emas yang disapu bersih oleh rekan sesama pesilat dijadikan sebagai motivasi oleh Sugianto untuk turut menambah deretan medali bagi Indonesia. And, obviously, it’s gold!

Ayu Sidan Wilantari & Ni Made Dwiyanti

Ayu Sidan Wilantari & Ni Made Dwiyanti (Foto: Dok. INASGOC)

Masih dari cabang olahraga pencak silat, namun kali ini seni, tim ganda putri berisikan Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti berhasil menambah daftar medali emas untuk Indonesia. Pesilat asal Bali ini tampil dengan cantik dalam balutan kain yang menggambarkan kebudayan asal mereka! What a great combination every woman should have, pretty and strong!

Jason Dennis Lijnzaat

Jason Dennis Lijnzaat (Foto: Dok. INASGOC)

Salah satu cabang olahraga yang saya pribadi anggap begitu keren adalah skateboard. Menurut saya, cabang olahraga ini lebih terlihat seperti sebuah permainan ketimbang pertandingan. So, kudos for Jason for playing the games so well he got the silver medal! Jason sendiri mengaku tidak kecewa meskipun belum berhasil memboyong medali emas.

Pevi Permana Putra

Pevi Permana Putra (Foto: Dok. INASGOC)

Nampaknya tidak hanya cabang olahraga bulu tangkis ganda putra saja yang berhasil mempertemukan dua tim dari Indonesia di babak final. Cabang olahraga skateboard pun berhasil mempertemukan Jason Dennis Lijnzaat dan Pevi Permana Putra. Pevi berhasil menambah daftar medali perunggu untuk Indonesia!

Prima Simpatiaji

Prima Simpatiaji (Kanan) (Foto: Dok. INASGOC)

Meski sempat memilih untuk gantung raket, nampaknya memang Prima Simpatiaji berjodoh dengan cabang olahraga yang satu ini. Prima Simpatiaji berhasil memberikan medali perunggu dari soft tennis. Well, wonder if he truly decided to stop playing.

Dwi Rahayu Pitri

Dwi Rahayu Pitri (Foto: Dok. INASGOC)

Medali kembali datang dari cabang olahraga soft tenis. Dwi Rahayu Pitri berhasil menambahkan medali perunggu dari cabang olahraga soft tenis putri. Meskipun yang dilihat penonton hanyalah medali perunggu, sang atlet justru mengaku sangat puas karena sebelumnya hanya menargetkan masuk ke babak semifinal. Guess everyone has his or her own goal, right?

Tim Regu Putri Pencak Silat Seni

Pencak Silat Seni Beregu Putri Indonesia (Foto: Dok. INASGOC)

Another strong and powerful women! Tidak mau kalah dengan tim regu ganda, Pramudita Yuristya, Gina Tri Lestari, dan Lutfi Nurhasanah kembali menambah medali untuk Indonesia dari cabang olahraga silat. And, still, no hesitation, it is gold medal!

Alexander Elbert Sie

A post shared by Kemenpora RI (@kemenpora) on


Finally another color for soft tennis medals! Ya, Alexander Elbert Sie berhasil menambahkan medali perak ke daftar medali Indonesia. Jujur, saya pribadi merasa tentu ini adalah sebuah pencapaian bagi Indonesia. Namun, sayang, nampaknya sang juara justru merasa kecewa karena belum berhasil menyumbangkan emas. Terlihat dari cuplikan video bagaimana Elbert Sie menangis sembari memeluk Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. You know what they say, when a man cries, they are really hurting. It’s okay Elbert, you did well!

Bunga Nyimas

Bunga Nyimas (Foto: Dok. INASGOC)

I personally think she is the coolest girl you can ever find in Asian Games 2018. And, proudly say, she is Indonesian! Di usia 12 tahun, Bunga Nyimas berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk cabang olahraga street skateboard. Dengan demikian, Bunga berhasil menjadi peraih medali termuda di ajang Asian Games 2018!

Sanggoe Darma Tanjung

Sanggoe Darma Tanjung (Foto: Dok. INASGOC)

Nama lain dari cabang olehraga street skateboard adalah Sanggoe Dharma Tanjung. Tidak jauh berbeda dari Bunga, di usia 16 tahun, Sanggoe berhasil menyumbangkan medali perak untuk Indonesia. Nyatanya, sang atlet telah terbiasa memainkan olahraga ini sejak usia 5 tahun. Bahkan, ia telah berhasil memboyong berbagai medali di ajang olahraga lainnya. ‘Practice makes perfect’ and ‘start early’ might be the two things we can learn from this athlete!

Pipiet Kamelia

Pipiet Kamelia (Foto: Dok. INASGOC)

Pipiet Kamelia menjadi penyumbang emas ke-28 bagi Indonesia. Please, don’t be bored, it is still from pencak silat! Well, i guess even the whole world know now that Indonesians are so talented in this type of sports. 

Hanifan Yudani Kusumah

Hanifan Yudani Kusumah (Foto: Dok. INASGOC)

Seolah tidak mau kalah dari sang kekasih, Hanifan Yudani Kusumah turut menyumbangkan emas bagi Indonesia. Yes, you read it right. Pipiet dan Hanifan adalah sepasang kekasih. Well, how cute is that (hmm, I can’t imagine if they are in the middle of fighting, I hope there is no pencak silat included). Seperti yang diketahui publik, nama Hanifan mencuat tidak hanya karena medali emas yang berhasil diraihnya. Hanifan adalah sosok yang berhasil menyatukan ketegangan di antara dua kubu politik saat ini. Ya, ia yang menyatukan Presiden Joko Widodo dan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Prabowo Subianto, dalam satu pelukan.

Wewey Wita

Genap sudah medali emas Indonesia di angka ke-30. Tidak sekedar berhasil mendapatkan medali emas, Wewey Wita juga berhasil masuk ke dalam video blogging (vlog) Presiden Joko Widodo! Terlihat dalam acara pengalungan medali, Presiden Joko Widodo mengajak serta Prabowo Subianto dan Wewey Wita berbincang ke arah kamera telepon seluler miliknya. What a chance!

Khasani Najmu Shifa

Khasani Najmu Shifa (Kanan) (Foto: Dok. INASGOC)

Menjadi satu-satunya peraih medali untuk cabang olahraga kurash, Khasani Najmu Shifa berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia. Meskipun ditemukan menangis karena harus puas hanya dengan medali perunggu, saya percaya warga Indonesia tetap berterima kasih kepada pahlawan olahraga ini. We all know that you have tried your best, Khasani!

Tim Paralayang Lintas Alam Beregu Putri

Tim Paralayang Lintas Alam Beregu Putri (Foto: Dok. INASGOC)

Ike Ayu Wulandari, Lis Andriana dan Rika Wijayanti berhasil menambahkan medali perunggu bagi Indonesia melalui cabang olah raga paralayang. Jika sebelumnya tim ini berhasil mendapatkan medali perak dalam paralayang akurasi beregu putri, kali ini mereka harus puas dengan medali perunggu. But, it’s okay, we still love you!

Tim Lintas Alam Beregu Putra

Tim Paralayang Lintas Alam Beregu Putra (Foto: Dok. INASGOC)

Tidak berbeda dengan tim beregu putri, tim beregu putra harus puas dengan medeali perunggu jika sebelumnya juga berhasil menyumbangkan medali emas dalam paralayang akurasi beregu. Namun, dengan medali ini, Jafro Megawanto, Roni Pranata, Hening Paradigma, Joni Efendi, Aris Apriansyah berhasil menjadikan Indonesia sebagai peraih medali terbanyak dalam cabang olahraga paralayang. Still, congratulations!

Looki at all these achievements, aren’t you proud to be a part of this nation? I am, obviously.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON