Indonesian Medals at Asian Games 2018 (Aug 25th)

Genap sudah satu minggu ajang pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 diselenggarakan pada Sabtu, 25 Agustus 2018 ini. Sementara sang Raksasa China terus menjauh, Indonesia masih pada posisi yang sama seperti hari kemarin, yaitu pada peringkat kelima, dengan total perolehan medali emas sebanyak 10, perak 12, dan perunggu 16.

Since when did we took our tenth gold medals? Jika biasanya saya menghabiskan hari Sabtu hingga malam Minggu dengan aktivitas klasik, kali ini saya memutuskan untuk menyaksikan pertandingan Asian Games 2018 bersama kerabat. Sementara saya asyik menyeruput kopi di kedai favorit, nama-nama di bawah ini sibuk mengharumkan nama bangsa. Berikut saya rangkum nama para atlet yang berhasil mempersembahkan medali untuk Ibu Pertiwi.

Christopher Rungkat & Aldila Sutjiadi, Tenis Ganda Campuran

Tenis Ganda Campuran (Foto: Dok. INASGOC)

Memasuki babak final, pasangan ini seolah mengakhiri ‘puasa’ medali untuk cabang olahraga tenis ganda campuran selama 16 tahun! Setelah memenangi pertarungan selama 102 menit yang mendebarkan, pasangan ini berhasil mengalahkan Thailand. Diketahui, medali terakhir tenis bagi Indonesia adalah emas yang disumbangkan dari nomor beregu putri dan perak dari nomor ganda putri di Asian Games 2002 lalu di Busan, Korea Selatan. Sementara, satu-satunya ganda campuran Indonesia yang pernah memenangkan medali emas di ajang yang sama adalah Yayuk Basuki dan Suharyadi pada Asian Games 1990 di Beijing, China. Quiet a long time, congratulations!

Ahmad Zigi Zaresta Yuda

Ahmad Zigi Zaresta Yuda (Foto: Dok. INASGOC)

Kabar bahagia datang dari cabang olahraga Karate. Pasalnya, hari ini Ahmad Zigi berhasil tercatat sebagai penyumbang medali pertama Indonesia untuk karate nomor individual kata. Meski harus terhenti pada babak semifinal, ia tetap bersyukur mampu membawa pulang medali perunggu untuk negara tercinta. Ahmad mengaku, kedatangan orangtua nya dari Lombok merupakan motivasi terbesar sebagai peningkat kepercayaan dirinya. And after all, family has always been on top of our priorities, right?

I Gusti Bagus Saputra

Final Balap Sepeda BMX Putra (Foto: Dok. INASGOC)

Pada putaran final yang diselenggarakan di Pulo Mas International BMX Centre, Jakarta, I Gusti Bagus berhasil finish di posisi kedua. Dengan catatan waktu 34.314 detik, ia berhasil membawa pulang medali perak dengan bangga. Meski pertandingan berlangsung dari pagi hingga siang hari dan di tengah cuaca yang cukup terik, tidak menyurutkan sedikitpun semangat dari I Gusti Bagus menembus final setelah berhasil melewati tiga putaran babak penyisihan.

Wiji Lestari

Final Balap Sepeda BMX Putri (Foto: Dok. INASGOC)

Olahraga yang mayoritas menjadi langganan laki-laki ini rupanya berhasil ditaklukan oleh seorang perempuan yang baru menginjakkan usia 18 tahun. Berhasil mencacat waktu selama 40.788 detik, ia berhasil menjadi pebalap tercepat ketiga pada cabang olahraga BMX dan membawa pulang medali perunggu. Well done!

Muhammad Sejahtera Dwi Putra

Muhammad Sejahtera Dwi Putra (Foto: Dok. INASGOC)

Berhasil mengoleksi total 384 poin, Putra mampu meraih medali perak pada cabang olahraga menembak nomor running target campuran 10 meter putra. Dengan poin tersebut, siapa sangka bahwa ia hanya terpaut empat poin dari atlet menembak asal Korea Selatan yang berhasil membawa pulang medali emas.

Dengan tambahan medali dari putra putri bangsa yang berbakat ini, kontingen Merah Putih masih tertingal sebanyak tiga emas dari posisi keempat yang kini masih dirajai oleh Iran, yang sudah mengantongi sebanyak 12 medali emas.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON