Eyes to See

Eyes to See
View Gallery
10 Photos
Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Eyes to See
Sejauh Mata Memandang Exhibition at A.P.A

Sejauh Mata Memandang menghantar langkah saya di Sabtu petang hingga sampai di Alternate Public Artspace (A.P.A) yang berlokasi di Plaza indonesia, Jakarta. Awalnya, tak banyak ekspektasi yang hinggap di benak saya pribadi, dan bahkan jujur, pengetahuan saya mengenai lini busana dan aksesori satu ini awalnya tak lebih dari sekadar ‘asal tahu’. Hingga akhirnya pameran yang diadakan oleh sang empunya lini, Chitra Subyakto, di A.P.A mengisi halaman media sosial dan seru-seruan beberapa kawan akan betapa menariknya pameran ini merangsang rasa penasaran, serta berhasil mengubah perspektif saya, dan juga mungkin Anda.

Setahun sudah Sejauh Mata Memandang menjadi peserta dunia mode dan aksesoris, khususnya kain batik buatan tangan. Pameran ini sendiri merupakan peringatan anniversary setahun Sejauh Mata Memandang. Mungkin kini Anda bertanya dalam hati, apa menariknya brand ini? Dan kini, saya bisa menjawab pertanyaan yang juga sempat saya tanyakan kepada diri saya sendiri.

Mari kita mulai bahas dari filosofi brand-nya sendiri. Benar bahwa Sejauh Mata Memandang merupakan brand lokal yang menekankan motif batik sebagai fokus utama pada kain-kainnya. Namun yang menarik bagi saya, adalah bagaimana justru motif yang dibuat oleh Chitra begitu personal, sekaligus general pada waktu yang bersamaan. Misalnya saja pada koleksi Noodle Bowl Collection. Sebagai masyarakat Indonesia, Anda pasti mengenal mangkuk mi bergambar ayam jago. Mangkuk ini tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Chitra melihat motif ini begitu lekat dan erat dengan kehidupan kita. Maka pada peluncurannya setahun lalu, dibuatlah koleksi Noodle Bowl Collection dengan motif ayam jago pada kain-kain Sejauh Mata Memandang, namuan motifnya tetap menampilkan sisi modern, sehingga dapat diterima pula oleh generasi kekinian. Kebanyakan kain Sejauh Mata Memandang juga dibuat dengan konsep kain batik pagi-petang, yakni dua motif dan warna dasar berbeda pada satu kain.

Dan untuk koleksi keduanya kali ini, Chitra menggunakan motif yang terinspirasi dari kolom rumput laut dan kapal nelayan yang dilihat Chitra ketika ia sedang berada di atas pesawat terbang. Sehingga pada koleksi kali ini, Anda dapat melihat motif kotak-kotak (grid) menyerupai kolom rumput laut dan kapal nelayan.

Dari sini kita bisa melihat bagaimana Sejauh Mata Memandang tidak harus tereksan ‘memaksa’ ataupun ‘berteriak-teriak’ mencekoki masyarakat Indonesia motif batik orisinil yang digubah menjadi sebuah pakaian jadi nan modern, tapi cukup jelas menyampaikan pesan, konsep, dan visinya. Sejauh Mata Memandang lebih mengangkat modernitas konsep batik dari motif, tanpa harus kehilangan akarnya. Everything is so simple and easy. Like, it doesn’t have to try so hard to dazzle. It doesn’t have to force itself to prove anything.

Teks & Foto: Andreas Winfrey

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON