Discover the Undiscover

Discover the Undiscover
View Gallery
10 Photos
Discover the Undiscover
Pusat Kota Newcastle

Discover the Undiscover
Pusat Kota Newcastle

Discover the Undiscover
Pusat Kota Newcastle

Discover the Undiscover
Pusat Kota Newcastle

Discover the Undiscover
Pusat Kota Newcastle

Discover the Undiscover
Kastil Alnwick

Discover the Undiscover
Kastil Alnwick

Discover the Undiscover
Kastil Alnwick

Discover the Undiscover
Kastil Alnwick

Discover the Undiscover
Kastil Alnwick

Geordieland, julukan bagi Newcastle, diambil dari Geordie. Istilah ini merupakan sebutan untuk dialek local Tyneside. Meski begitu, tidak ada yang tahu pasti asal-usul istilah tersebut. Beberapa teori mengenai istilah ini pun bermunculan.

Newcastle, atau lengkapnya Newcastle Upon Tyne, pada awalnya adalah sebuah kota yang berdiri pada masa pendudukan Bangsa Romawi. Saat itu, Newcastle merupakan benteng yang berfungsi menjaga jembatan Pons Aelius yang melintasi Sungai Tyne. Pons dalam bahasa latin berarti “jembatan”, sedangkan aelius diambil dari Aeling, nama keluarga dari Kaisar Romawi Hadrian. Pons Aelius berubah nama menjadi Monkchester pada masa pendudukan Anglo Saxon.

Nama Newcastle muncul saat pendudukan Bangsa Norman. Anak tertua dari William of the Conqueror, Robert Curthose, kembali dari peperangan di Scotland. Dia membangun istana untuk membentengi wilayah kekuasaan Bangsa Norman dari Scotland. Benteng ini dinamani Novum Castellum atau New Castle.

 

Day 1

Menginjakkan kaki di Newcastle Airport, saya merasa seperti pulang ke kampung halaman. Saya pernah tinggal selama 1,5 tahun di kota ini. Setelah menempuh penerbangan dari Jakarta selama kurang lebih 18 jam, rasa lelah tentu muncul. Tapi, ketika sampai di hotel, rasa tak sabar membuat saya lupa akan rasa lelah itu. Setelah membersihkan diri, saya segera berkeliling city centre Newcastle – kota yang terkenal selalu berangin kencang.

Berjalan kurang dari 10 menit, saya sudah berada di Northumberland Street yang kanan-kirinya dipenuhi pertokoan high street. Kota ini memang tidak terlalu besar. Cukup berjalan untuk menikmati keindahannya. Saya putuskan melanjutkan perjalanan menuju Quayside. Area di sepanjang Sungai Tyne ini merupakan kawasan bersejarah bagi Newcastle. Area ini dulunya merupakan kawasan industri dan dermaga yang sangat sibuk. Tetapi, kini telah menjadi area turis. Hotel, museum, tempat pertunjukan, restoran, dan bar menjadikan area ini sebagai a place where old meets new. Di sini, ada beberapa jembatan yang menghubungkan Newcastle dengan Gateshead yang berada di seberangnya. Salah satu dari tiga jembatan iconic di sini adalah Jembatan Tyne. Jembatan ini sudah menjadi ciri khas kota sejak 1849 dan diresmikan oleh Ratu Victoria.

Meski sudah memasuki akhir April, yang artinya sudah musim semi, cuaca di kota ini cukup berangin. “So typically Newcastle weather,” gumam saya dalam hati. Menikmati keindahan pemandangan sepanjang Sungai Tyne menuju St. Nicholas Street, saya melihat jembatan lain yang menarik perhatian, Jembatan Swing.

Saya terus berjalan menuju Newcastle’s Castle Keep and Glack Gate – bangunan yang menjadi awal mula nama Kota Newcastle. Jaraknya memang tidak terlalu jauh dari Jembatan Swing, tetapi jalannya cukup menanjak. Di bagian luar bangunan, terdapat papan yang menceritakan sejarah istana ini. Tidak hanya sebagai benteng, istana ini juga menjadi tempat tinggal komandan perang. Di bagian dalam, terdapat Norman Chapel dan sumur dengan kedalaman 100 kaki yang menjadi sumber air untuk kehidupan di dalam istana.

 

Day 2

Selesai menikmati sarapan, saya memilih menikmati Newcastle lebih jauh dengan pergi menuju Alnwick Castle, di Provinsi Northumberland. Ingat adegan Harry Potter belajar sapu terbang di film Harry Potter and the Philosopher’s Stone? Istana inilah yang menjadi lokasi syuting film tersebut. Serial drama Downtown Abbey juga menjadikan istana ini sebagai lokasi syuting.

Karena menggunakan bus umum, saya hanya membayar tiket masuk seharga £18,8 – seharusnya £25,10. Tidak hanya keindahan istana, saya juga menikmati keindahan kompleks tamannya, Taman Alnwick. Halaman luas menuju gerbang istana membuat saya terpesona. Taman ini dipenuhi bunga yang sedang bermekaran. Saya pun berhenti dan berpuas mengabadikannya.

Istana yang sampai saat ini dihuni The Percy family, atau yang dikenal sebagai Duke of Northumberland, hanya dibuka selama musim semi hingga musim panas. Saat musim dingin, istana ini menjadi tempat peristirahatan keluarga kerajaan. Halaman istana menjadi tempat berbagai aktivitas. Bermain kostum abad pertengahan untuk anak kecil, film location guided tour, bermain karakter dengan kostum Harry Potter, dan yang cukup menarik perhatian saya adalah broomstick training.

Saya lalu beranjak menuju Taman Alnwick yang terdapat di sisi lain kompleks istana. Kompleks istana ini memang sangat besar. Perlu kurang lebih satu hari untuk menikmati keseluruhannya.

Taman Alnwick tepat dikunjungi saat musim semi dan musim panas. Pada dua musim itu, taman ini aneka warna bunga mawar, treehouse, poison garden, dan woodland walk. Setelah melewati gerbang utama taman, mustahil untuk melewatkan Grand Cascade (air mancur besar yang bertingkat-tingkat di tengah taman) yang menjadi centrepiece.

(to be continued)

 

Teks & Foto: Regina Sari

Find out more about what to do in Newcastle inside our Volume XCV “The Universart Issue”!

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON