Creating The World We Are Created For Through UWRF 2018

Kabar gembira bagi para penikmat karya seni dan sastra, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2018 kembali hadir pada 24-28 Oktober mendatang dengan mengusung tema ‘Jagadhita’, yang diambil dari sebuah filosofi Hindu. Melalui tema ini, para pengunjung diajak untuk merefleksikan kembali setiap tindakan yang secara sengaja maupun tidak sengaja telah berdampak bagi perkembangan dunia.

Perlu disadari, pada hakikatnya, setiap manusia tentu memiliki andil dalam bagaimana dunia telah berevolusi hingga hari ini. Sejak kehadirannya 15 tahun yang lalu, UWRF sendiri pun telah menjadi wadah untuk menampung ide dan gagasan dari kalangan sastrawan, cendekiawan, seniman, pegiat, dan akademisi di Dunia.

Menjadi salah satu festival yang paling dinantikan di Asia Tenggara, 16 nama besar dalam dunia seni dan sastra telah dibawa serta ke dalam acara ini. Penulis senior seperti Haidar Bagir hingga penulis yang akrab di telinga kalangan muda, seperti Dewi Lestari, turut mengisi panel diskusi.

Tidak hanya dari kalangan penulis, ada pula penyair sekaligus arsitek, Avianti Armand, dan sineas muda Indonesia, Kamila Andini. Hadirnya penggagas proyek Mandala Garuda Wisnu Kencana, Nyoman Nuarta, di dalam barisan panelis diyakini mampu menambah nilai istimewa. Deretan nama sastrawan dan seniman internasional, seperti Kim Scott asal Australia dan Tishani Doni asal India pun disebut turut meramaikan festival ini.

So, what are you waiting for? Let’s get inspired and contribute to the world we are created for.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON