Entang Wiharso Contributing His Art and Desire for Unity

Berkecimpung di industri media nyatanya mampu membuka mata saya lebar-lebar akan talenta anak bangsa. Hal ini sangat saya rasakan dalam bidang seni rupa khususnya. Saya seolah baru menyadari, betapa banyaknya seniman berkualitas yang bangsa ini miliki. Salah satunya ialah Entang Wiharso.

Entang Wiharso (Foto: Dok. Can’s Gallery)

Nama Entang Wiharso nyatanya tidak hanya dikenal di dalam negeri. Memilih untuk berbasis di Amerika Serikat, tepatnya Rhode Island, membuat namanya juga melambung di antara peminat seni internasional. Untuk pertama kalinya saya dapat menyaksikan karya dari sang seniman yang dipamerkan dalam acara bertajuk “Landscaping My Brain” bertempat di Can’s Gallery. Tajuk ini mengacu pada karya Entang sendiri yang dibuat pada tahun 1998.

Landscaping My Brain 1998 by Entang Wiharso (Foto: Dok. Can’s Gallery)

Saya menyadari bahwa karya Entang Wiharso mengalami perubahan yang cukup drastis. Semula karyanya didominasi oleh berwarna gelap, kini berubah menjadi berwarna cerah. Kemudian, tidak hanya bermain dengan media kanvas dan kuas, Entang Wiharso juga bermain dengan media berupa logam.

No Where to Go 2016 by Entang Wiharso (Foto: Dok. Can’s Gallery)

Salah satu karya yang ingin saya sorot dari pameran ini adalah karya dalam bentuk interactive performance. Dalam pertunjukan ini, publik diperbolehkan menjadi bagian dari sebuah karya seni. Diberi nama Hibernation: Ground Zero, setiap hadirin yang datang ke pameran diizinkan untuk memberikan cap jari pada kanvas putih yang disediakan. Mengapa cap ibu jari? Do you ever know that our DNA lies on our finger print? Betul, guratan garis pada setiap jari memiliki makna sebesar itu.

Hibernation: Ground Zero (Foto: Dok. Can’s Gallery)

Melalui pertunjukan ini, sang seniman ingin menyampaikan pesan kebersamaan. Di tengah situasi dunia yang akhir-akhir ini mengacu pada hal-hal destruktif, seperti terorisme, fanatisme, dan rasisme, Entang ingin mengajak publik untuk bersatu dalam satu kanvas yang sama. Suatu karya seni yang menjadi simbol untuk mewujudkan perdamaian di tengah keberagaman yang menimbulkan perpecahan. Sungguh sesuatu yang indah dan mungkin tidak terpikirkan oleh sembarang orang.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON