Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai
View Gallery
14 Photos
Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Berlabuh pada kemenangan terbesar: Bersantai

Victoria, sepenggal nama yang menggambarkan kemenangan, kemegahan, dan juga Sang Ratu. Sesuai sejarahnya, nama ini memang diberikan untuk kota di bagian selatan Pulau Vancouver, yang juga merupa-kan ibukota dari negara bagian Canada, British Columbia, sebagai penghormatan kepada Ratu Victoria dari Inggris. British Columbia sendiri dinamakan sebagai pengingat kependudukan koloni Inggris di abad XIX atas distrik Columbia. Victoria as a symbol of glory stands upon it.

Inggris memulai koloni di daerah ini sejak tahun 1843 dan Victoria merupakan salah satu kota tertua di daerah Amerika Utara. Kota Victoria sangat dilestarikan dengan baik dengan tetap dipertahankannya bangunan-bangunan tua bersejarah yang sudah berdiri sejak abad ke 19 dan juga lingkungan masyarakatnya yang sangat menghargai alam dan budayanya yang berciri khas kolonial inggris. Ketika saya menjejakkan kaki di kota ini dan berjalan keliling kota, banyak sekali bangunan-bangunan rumah dengan gaya arsitektur lama yang masih terawat dengan baik, begitu juga dengan mobil-mobil yang berseliweran di jalan yang bergaya klasik. Bahkan di jalan saya pun berpapasan dengan kereta kuda yang dikendarai oleh seorang wanita, ini seperti memutar balik waktu ke jaman kolonial. Tujuan utama saya ke kota ini langsung menuju ke pusat atraksi wisatawan di Victoria, yaitu menuju ke pusat kota yang terdapat Inner Harbour, Hotel Empress dan Gedung Parlemen.

City of Gardens adalah sebutan untuk kota Victoria, dimana secara rahasia tersimpan juga para malaikatnya di bagian Victoria yang lain, if you know what I mean. Sebutan ini tidak melebih-lebihkan karena di Victoria memang banyak terdapat taman yang dipenuhi bunga beraneka warna, pemandangan ini sangat terekspos terutama di Inner Harbour. Terkadang di pelabuhan ini terdapat beberapa anjing laut yang sedang berenang santai sembari diberi makan oleh para kru kapal yang berlabuh. Karena sepanjang pelabuhan ini sangatlah bersih dan tertata, maka berjalan santai di Inner Harbour merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan menyegarkan. Terdapat juga beberapa orang yang berjualan cinderamata di sepanjang jalan ataupun art performer dengan berbagai kostum yang menarik. Cuaca yang cerah dan sejuk, angin dingin semilir, warna langit biru berbatasan dengan laut yang lebih biru, dihiasi semaraknya warna-warni kuning, merah, ungu, hijau, dari berbagai macam bunga dan tanaman di setiap petak taman kota. The scenery is pretty everywhere, great little walk, people are nice, interesting street vendors. Charming and flirtatious fit the picture.

Hotel Fairmont Empress yang lebih dikenal sebagai “The Empress” merupakan salah satu bangunan iconic yang terdapat di pelataran Inner Harbour. Dinding kokoh hotel ini diselimuti tanaman hijau menjalar yang tumbuh hingga nyaris mencapai atap, dimana letter block “The Empress” di-cutout dari tanaman tersebut. Hotel bergaya chateau ini memiliki rumput hijau yang luas di bagian depan. Tidak aneh jika keberadaan The Empress sangat mencolok, baik di siang hari dengan riasan luarnya yang berwarna cerah atau di malam hari dengan nyala lampunya yang sangat teatrikal dan romantis.

Kepala sudah terasa ringan karena dimanjakan dengan terus bersantai tanpa berpikir, sekarang saatnya untuk sedikit memaksa ilmu pengetahuan mengalir masuk ke tubuh yang tidak bisa membayangkan aktivitas lain kecuali tidur siang ini. Saya melihat lebih dekat menuju gedung legislatif Victoria – The B.C. Legislature Building – yang juga berada di kawasan Inner Harbour. Gedung ini  memiliki 3 dome sebagai pilihan bentuk atap, satu dome utama yang lebih besar dibanding 2 dome kecil sisanya, sedikit mengingatkan saya akan bentuk masjid. Perbedaannya, yang tertancap di atas dome bukanlah tanda bulan dan bintang melainkan semacam kubah kecil untuk menyimpan lonceng. Gedung ini berbau arsitektur Baroque dengan sentuhan gaya Roma, dipercantik dengan banyaknya human sculpture yang terpahat di balkon-balkon yang berjendela raksasa.

Klasik, kokoh, bernilai tinggi, sarat akan sejarah, dan elegan. Bangunan yang ruangan-ruangannya lebih tepat untuk disebut sebagai chamber dibandingkan room. Selayaknya gedung pemerintahan, B.C. Legislature Building memiliki koleksi foto, naskah sejarah, dan information display yang membekukan waktu selama 115 tahun ke belakang. Menariknya lagi, guide dari gedung legislatif ini akan membimbing para pengunjungnya dengan menganakan kostum abad XIX, seolah-olah para pelaku sejarah pada saat itu meneruskan sendiri kisah mereka pada manusia-manusia abad XXI. Guide yang juga membuat saya lebih pintar sesaat dari semestinya ini dapat dinikmati secara gratis sepanjang weekdays, dan setiap hari ketika liburan musim panas datang. Halaman depan gedung ini yang berupa taman juga sangat luas dengan pemandangan menghadap ke Inner Harbour dan Hotel Empress, sangat indah untuk dinikmati. Anda bisa berlarian, tidur-tiduran, bersantai sambil membaca buku atau sekedar menikmati indahnya alam dan cuaca hingga piknik di taman.

Melalui pintu masuk barat daya Inner Harbour, terdapat museum yang menyimpan kekayaan laut Samudera Pasifik, The Pacific Undersea Gardens. Museum ini terletak sekitar 5 meter di bawah Samudera Pasifik yang tersambung dengan perairan pelabuhan. Ya, saya melihat para ikan bermain-main dan berenang bebas di ekosistem alami mereka, hanya dihalangi oleh jendela kaca tebal dan besar, seolah-olah sayalah yang berada di dalam aquarium untuk mereka tonton. Di atas permukaan sana, tempat ini dikelilingi oleh yacht mewah, taksi air, dan perahu layar, tetapi di bawah sini adalah pertunjukan Raja Kepiting, Ratu Bintang Laut, Perdana Menteri Ikan, Tentara Anemon dan Belut yang berparade mengarak tamu terhormat Sang Gurita Raksasa sepanjang Kerajaan Koral. Sangat disayangkan Pacific Undersea Gardens kini telah ditutup secara permanen setelah 40 tahun menjadi atraksi hebat di Inner Harbor. Padahal jelas tempat ini merupakan penutup yang sangat tepat untuk mengakhiri hari bersantai yang manis, sebelum melanjutkan makan malam bersama orang terdekat dengan suasana hati yang luar biasa baiknya.

Teks & Foto: Aditya Arnoldi

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON