A Journey of Anthony Ginting, A Champion of Our Hearts!

Kemarin (22/08), mungkin adalah sebuah pertandingan badminton terbaik yang pernah saya tonton secara langsung, yakni laga final beregu putra antara Indonesia melawan China di Asian Games 2018. Saya tahu betul bahwa laga ini adalah yang paling dinanti masyarakat Indonesia. Tak heran jika sedari pagi, banyak suporter yang rela mengantre untuk membeli tiket di sepanjang Pintu 2 Gelora Bung Karno. Meski saya memiliki keuntungan untuk meliput ajang olahraga terbesar se-Asia ini, saya pun harus mengantre satu jam sebelum laga dimulai agar mendapatkan kursi di dalam venue. Terbayang ‘kan, semenarik apa pertandingan ini?

Anthony Sinisuka Ginting (Foto: Dok. INASGOC)

Pukul 18.00, laga final badminton beregu putra dimulai. Partai pertama ialah tunggal putra, Indonesia diwakili oleh Anthony Sinisuka Ginting (peringkat terkini: 13) melawan China yang diwakili Shi Yu Qi (peringkat terkini: 3).

Pada gim pertama, Anthony berhasil menekuk Yu Qi dengan skor 21-14. Saat itu, saya yakin betul bahwa peringkat bukanlah segalanya. Melihat semangatnya yang begitu menggebu-gebu, saya optimis bahwa Indonesia akan memenangkan partai tunggal putra tersebut dan mendapatkan poin pertama. Namun memasuki gim kedua, Shi Yu Qi mulai panas dan berniat keras membalas kekalahannya. Persaingan semakin sengit dan permainan menjadi sangat menegangkan, poin keduanya pun saling susul hingga terjadi deuce. Sayang, gim diakhiri dengan kemenangan China 21-23.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Presiden Joko Widodo, dan Menkopolhukam sekaligus Ketua Umum PBSI Wiranto (Foto: Dok. INASGOC)

Saya dan para penonton yang ada di Istora Senayan tak pernah putus harapan akan atlet kelahiran tahun 1996 tersebut. Teriakan dan nyanyian terus begema selama pertandingan demi menyemangatinya. Kami yakin bahwa ia dapat mengatasi tekanan pertandingan dengan mentalnya yang kuat dan menjuarai partai tersebut. Bukan hanya penonton, namun Presiden tercinta, Bapak Joko Widodo terlihat dua kali mengangkat tangannya untuk mendoakan kelancaran pertandingan Anthony kepada Yang Maha Kuasa.

Memasuki gim ketiga, suasana yang semakin panas membuat sautan suporter Indonesia turut menggila. Kedua atlet yang tengah bertarung tak ingin mengalah demi mengantongi poin pertama laga final. Saat Anthony menguasai permainan, tiba-tiba ia menunjukkan wajah meringis kesakitan. Sontak hal itu membuat kami para penonton bingung seakan menerka apa yang tengah terjadi. Sejak itu, ia terlihat kehilangan fokus dan membuat Shi Yu Qi mengejar ketinggalannya bahkan mengungguli pertandingan.

Anthony Sinisuka Ginting (Foto: Dok. INASGOC)

Kondisi Anthony kian melemah, kaki yang ia gunakan untuk berlari mengejar bola ternyata mengalami cedera. Beberapa kali ia terjatuh, namun bangkit kembali demi bangsa Indonesia. Sorak sorai penonton berubah dari nyanyian menjadi teriakan menyemangati, “Ginting, bisa!”. Jujur, saya sudah sangat menahan tangis melihat Anthony jatuh bangun dan memaksakan diri melanjutkan permainan. Baru kali ini, saya melihat seseorang yang memiliki daya juang tinggi untuk membela bangsanya dalam sebuah kejuaraan. Don’t judge me, this is my honest opinion.

Meski tim medis sempat memberi pertolongan, nyatanya takdir berkata lain. Saat deuce dengan perolehan skor sementara 20-21, Anthony tak kuasa menahan sakit di kakinya. Ia meminta waktu kepada juri, namun pertandingan harus tetap berjalan. Sambil menahan air mata, ia harus retire dan keluar dari lapangan. Dengan begitu, Shi Yu Qi memenangkan pertandingan.

Anthony yang tergeletak tak berdaya di sisi lapangan membuat para penonton di Istora Senayan merasakan haru perjuangannya membela bangsa. Sang lawan, Shi Yu Qi, dengan sportif menghampiri dan memberi moral support. Dalam wawancaranya, ia mengatakan bahwa ini adalah kali pertama baginya menghadapi lawan yang cedera tetapi masih memakasakan diri untuk bermain. Yu Qi juga berkata, Anthony adalah pemain yang hebat dan memiliki semangat yang luar biasa.

Anthony Sinisuka Ginting dan Shi Yu Qi (Foto: Dok. INASGOC)

Ya, pertandingan semalam harus saya acungi jempol! Tingkat sportifitas yang tinggi dan semangat luar biasa dapat Anda temukan sepanjang pertandingan. Bayangkan saja, Shi Yu Qi tak pernah protes meski Anthony meminta time out karena cederanya yang semakin parah. Mereka berdua adalah atlet yang hebat!

Setelah mendapat pertolongan dari tim medis, akhirnya Anthony ditandu. Saya yang sedari awal berniat untuk mewawancarainya, harus mengurungkan niat tersebut karena sudah dipastikan ia akan langsung menjalani perawatan.

Dukungan moral dari rakyat Indonesia, maupun mancanegara terus bergulir di media sosial. Lebih dari 300.000 unggahan di twitter yang turut membicarakan pertandingan luar biasa tersebut hingga tadi pagi. Namun sayang, tak sedikit pula netizen Indonesia yang masih bisa mencibir perjuangan Anthony, yang menurut saya, sudah sangat mati-matian.

Anthony Sinisuka Ginting (Foto: Dok. INASGOC)

Anthony Sinisuka Ginting, Anda adalah atlet yang hebat. Anda adalah juara di hati kami, rakyat Indonesia. Kami yakin suatu saat nanti ada masa ketika Anda meraih juara dan dapat membuktikan hasil kerja keras selama ini. Saya pun percaya, jika tidak mengalami cedera, Anda dapat menjadi juara pada permainan semalam. Terima kasih Anthony, perjuangan Anda begitu luar biasa. Kami doakan agar Anda cepat pulih dan dapat berlari kembali di lapangan.

Dukung Anthony Ginting di laga kualifikasi Men’s Single pada Jumat, 24 Agustus 2018. Tak lupa, terus beri dukungan kepada para atlet kebanggaan Indonesia di ajang Asian Games 2018 hingga 2 September mendatang.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON