A Hidden Palace

A Hidden Palace
View Gallery
11 Photos
A Hidden Palace

A Hidden Palace

A Hidden Palace

A Hidden Palace

A Hidden Palace

A Hidden Palace

A Hidden Palace

A Hidden Palace

A Hidden Palace

A Hidden Palace

A Hidden Palace

Terkadang, sesuatu yang nampak samar justru mengundang rasa penasaran, layaknya sebuah teka-teki yang memiliki ribuan potensi pertanyaan. Sering kali, jawaban yang didapat justru di luar dugaan. Seperti sebuah kejutan yang sudah dipersiapkan.

Kesan itulah yang spontan terpikir saat melintasi sebuah daerah di wilayah Bargino, Italia. Dari kejauhan, kedua sudut mata tersita oleh sebongkah bangunan yang tampak samar. Bentuknya bergelombang persis serupa dengan kontur tanah perbukitan di sekelilingnya. Warna kecokelatan yang selaras dengan tanah pijakan sedikit menambah keraguan. Jika ini benar sebuah bangunan, maka kehadirannya tak lain seperti bunglon, menyamarkan diri di lingkungan yang disinggahi.

Jalan berkelok menjadi akses utama menuju bangunan. Kebun anggur yang mengawal di kanan kiri seolah menjadi isyarat identitas bangunan. Semakin dekat, kemegahan semakin terlihat. Di tengah rasa penasaran yang semakin meningkat, rangkaian huruf yang terpahat di dinding bertuliskan “Antinori” lengkap dengan logo yang tak asing, seolah memberi jawaban.

Antinori dikenal sebagai sosok terpandang dan seorang produsen anggur sejak 1385. Berbekal inovasi, keberanian, serta nilai tradisi, semangat tinggi, dan intuisi yang dianut dalam menjalankan bisnisnya, Antinori berhasil menguatkan karakternya sebagai produsen anggur terkemuka di Italia dan dunia. Lebih dari itu, keberhasilannya semakin terpandang dengan suksesnya bisnis yang mampu bertahan hingga mencapai generasi ke-26.

Seperti yang sudah dilakukan para pendahulunya, generasi penerus saat ini melahirkan inovasi baru guna peningkatan kinerja. Hal ini diwujudkan dengan pembangunan gudang dan kantor baru yang dilengkapi berbagai fasilitas bagi masyarakat umum yang ingin menggali pengetahuan dan mendapatkan pengalaman.

Bukan hanya memudahkan proses produksi, pendirian bangunan ini juga ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepada wilayah Chianti Classico yang sangat bersejarah bagi keluarga Antinori. Lebih dari itu, Antinori juga ingin memperkenalkan sejarah keluarga, budaya perusahaan, serta memperkaya pengetahuan dan pengalaman para pengunjung.

Dari Gudang Hingga Museum

Mengelilingi area publik dari bangunan ini membangkitkan kekaguman tersendiri pada setiap sudut ruangan. Ini menjadi bukti bagaimana tim Archea Associati berkarya dengan sangat apik. Penampilan visual dan perancangan yang mengedepankan nilai fungsional berpadu menghadirkan kesan terbaik bagi pengunjung maupun pemilik Antinori Chianti Classico Winery.

Seperti yang nampak pada ruang terbawah yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan dan ruang produksi. Di ruang ini, pengunjung dapat mengamati secara langsung tahapan pembuatan wine mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga pengolahan sampai menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Meskipun hanya sebuah gudang, namun detail desainnya sangat diperhatikan.

Mengusung konsep ramah lingkungan dan selaras dengan alam setempat, gudang bawah tanah ini terkesan alami dengan dominasi terakota serta penggunaan kayu dan kaca. Para arsitek menggambarkannya sebagai dimensi sakral dari sebuah ruang yang tersembunyi.

Sentuhan langsung dengan alam sekitar juga ditularkan pada rancangan bangunan. Tim proyek bangunan ini merancang desain dengan memanfaatkan energi dari bumi yang diserap sebagai insulator alami. Hal ini berguna untuk mempertahankan iklim yang konstan dan ideal dalam ruangan agar anggur tetap dingin selama musim panas. Selain meminimalisasi dampak buruk terhadap lingkungan, hal ini juga dapat menghemat energi.

Puas berkeliling di bawah tanah, pengunjung dapat melanjutkan penelusuran ke lantai atas melalui tangga spiral yang berada tepat di tengah bukaan raksasa. Bukan hanya sekadar aksen, bukaan ini berfungsi sebagai celah masuknya udara dan cahaya.

Di lantai atas, pengunjung dapat menjelajahi museum, perpustakaan, serta auditorium. Memasuki ruang museum, kesan hangat dan tenang langsung terasa. Dinding berlapis warna cokelat menjadi sanggahan karya yang menceritakan kehidupan keluarga Antinori dari masa ke masa. Karya seni kontemporer koleksi bersejarah milik pribadi seakan menggambarkan karakter keluarga dan menghadirkan kedekatan emosional bagi pengunjung.

Melangkah ke ruangan selanjutnya, pengunjung dapat mempertajam wawasan seputar wine melalui dokumenter, film pendek, dan video yang ditayangkan di ruang auditorium. Ratusan bangku tersusun rapi memenuhi ruang yang diselimuti material kayu pada dinding dan lantainya.

Untuk memaksimalkan pengalaman, pengunjung juga diajak mencicipi anggur produksi Antinori. Deretan berbagai jenis anggur terbaik hadir memanjakan lidah pengunjung. Jika tak puas hanya sekadar mencicipi, disarankan untuk memilih jenis terbaik dan membawanya pulang untuk dinikmati bersama orang terdekat sembari bercerita pengalaman istimewa selama berkunjung ke istana tersembunyi di tengah kebun anggur.

Teks: Erin Widyo Putri / Foto: Dok. Antinori Winery

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON